Duel Berat Amerika Serikat vs Belgia: Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Diperebutkan
Baca dalam 60 detik
- Amerika Serikat dan Belgia akan bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2026, mengulang duel sengit Brasil 2014 yang dimenangkan Belgia.
- AS kehilangan striker andalan Folarin Balogun akibat kartu merah, sementara Belgia datang dengan skuad berpengalaman dan rekor comeback dramatis.
- Pertandingan ini menjadi ujian ketahanan AS yang belum pernah mengalahkan Belgia dalam hampir 100 tahun terakhir.

Dua belas tahun setelah Belgia menyingkirkan Amerika Serikat di babak 16 besar Brasil 2014, kedua tim kembali bertemu di Piala Dunia 2026 dengan tiket perempat final sebagai taruhan. Laga yang akan digelar di Seattle Stadium pada 6 Juli 2026 ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad muda AS yang haus sejarah, sekaligus ujian konsistensi bagi generasi emas Belgia yang masih diperkuat nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku.
Perjalanan AS menuju babak ini tidaklah mudah. Mauricio Pochettino berhasil membawa timnya lolos sebagai juara Grup D, lalu menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar meskipun harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-64. Folarin Balogun, yang menjadi motor serangan AS, justru harus menerima kartu merah setelah mencetak gol pembuka. Absennya Balogun menjadi pukulan telak bagi AS, yang baru saja meraih kemenangan perdana di fase gugur Piala Dunia sejak 2002—saat terakhir mereka menembus perempat final.
Di sisi lain, Belgia datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Rudi Garcia sukses membawa timnya memuncaki Grup G, unggul atas Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Namun yang paling mengesankan adalah comeback dramatis di babak 32 besar saat melawan Senegal. Tertinggal 0-2 hingga menit ke-83, Belgia bangkit dan menang 3-2 setelah perpanjangan waktu berkat dwigol kapten Youri Tielemans dan satu gol dari Lukaku. Ini adalah kali keempat Belgia berusaha menembus perempat final, dan ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim non-unggulan seperti AS bisa bersaing dengan kekuatan tradisional Eropa. Pelajaran tentang manajemen tekanan dan rotasi pemain bisa menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional. Selain itu, performa pemain diaspora seperti Folarin Balogun (kelahiran Inggris) juga relevan dengan fenomena naturalisasi pemain di Indonesia.
Secara historis, pertemuan pertama kedua tim terjadi di Piala Dunia 1930, saat AS menang 3-0. Namun sejak itu, Belgia tidak pernah terkalahkan dalam enam pertemuan berikutnya. Laga di Salvador 2014 menjadi salah satu yang paling dikenang: Belgia menang 2-1 setelah perpanjangan waktu berkat gol De Bruyne dan Lukaku, sementara kiper AS Tim Howard mencatat 16 penyelamatan—rekor terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Pertandingan ini juga akan menjadi ujian bagi skuad AS yang sebagian besar bermain di Eropa, seperti Christian Pulisic (AC Milan), Weston McKennie (Juventus), dan Sergiño Dest (PSV). Sementara Belgia masih mengandalkan tulang punggung lama: Thibaut Courtois di bawah mistar, De Bruyne sebagai kreator, dan Lukaku sebagai ujung tombak. Axel Witsel juga masih menjadi bagian dari skuad 2026.
Seattle Stadium, yang dikenal dengan bentuk tapal kuda dan tribun terbuka di utara, akan menjadi saksi pertarungan ini. Stadion yang menjadi markas Seattle Sounders (MLS) dan Seattle Seahawks (NFL) ini telah menyelenggarakan tiga pertandingan Piala Dunia 2026 sejauh ini: kemenangan Bosnia atas Qatar, kemenangan AS atas Australia, dan imbang Mesir-Iran. Belgia sendiri telah dua kali bermain di sini: imbang 1-1 dengan Mesir dan kemenangan dramatis atas Senegal.
Dengan absennya Balogun, Pochettino kemungkinan akan mengandalkan Ricardo Pepi sebagai ujung tombak, sementara lini tengah tetap dipercayakan kepada Tyler Adams dan Yunus Musah. Belgia diprediksi tetap memainkan formasi 4-3-3 dengan trio De Bruyne, Trossard, dan Doku di belakang Lukaku. Pertanyaannya, mampukah AS memutus kutukan 96 tahun tanpa kemenangan atas Belgia, atau justru Belgia yang akan melaju ke perempat final untuk keempat kalinya?



