Piala Dunia 2026: 14 Pemain Bintang Terancam 'Nganggur' Usai Turnamen
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 14 pemain yang masih berlaga di Piala Dunia 2026 tercatat tanpa kontrak klub per 2 Juli, termasuk nama-nama besar seperti Mohamed Salah dan Casemiro.
- Situasi ini memberikan tekanan ganda: selain berjuang membawa negaranya juara, mereka juga harus memanfaatkan sisa turnamen untuk menarik minat klub baru.
- Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena ini bisa menjadi peluang bagi klub-klub Asia, termasuk Liga 1, untuk mendatangkan pemain bintang dengan nilai kontrak lebih rendah.

Piala Dunia 2026 memasuki babak gugur, namun di balik euforia persaingan menuju final 19 Juli di New York New Jersey Stadium, ada cerita lain yang tak kalah menarik: sebanyak 14 pemain yang masih aktif di turnamen ini secara teknis sudah menganggur. Kontrak mereka dengan klub sebelumnya telah berakhir, dan hingga 2 Juli lalu, belum ada pelabuhan baru yang pasti.
Nama-nama seperti Mohamed Salah (Mesir), Casemiro (Brasil), James Rodriguez (Kolombia), dan Luka Modric (Kroasia) masuk dalam daftar tersebut. Meski secara finansial mereka tak perlu khawatir—Casemiro dan Salah misalnya, diperkirakan tetap akan mendapatkan tawaran menggiurkan—status tanpa klub ini tetap menjadi beban psikologis dan risiko cedera yang harus dikelola selama turnamen berlangsung.
Fenomena ini jarang terjadi dalam skala sebesar ini. Biasanya, pemain bintang sudah mengamankan kontrak baru sebelum turnamen besar dimulai. Namun kali ini, kombinasi faktor usia, tingginya tuntutan gaji, dan perubahan regulasi keuangan klub Eropa membuat banyak pemain memilih menunggu hingga Piala Dunia usai untuk menentukan langkah.
Bagi pengamat sepak bola, situasi ini menjadi ujian tersendiri bagi para pemain. John Stones misalnya, yang baru saja meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh gelar, harus membuktikan ketahanan fisiknya di bawah asuhan Thomas Tuchel bersama Timnas Inggris. Stones dikaitkan dengan Everton dan AC Milan, namun belum ada kesepakatan. Sementara itu, David Alaba—mantan bintang Real Madrid dan Bayern Munich—masih menganggur meski memiliki 12 gelar liga dan 4 Liga Champions. Klub-klub Eropa tampaknya masih wait and see melihat performanya di Piala Dunia.
Dari sudut pandang Indonesia, fenomena ini membuka peluang menarik. Liga 1 Indonesia yang terus berkembang bisa saja menjadi alternatif bagi pemain-pemain yang masih ingin bermain di level kompetitif namun tak lagi menjadi prioritas utama klub Eropa. Meskipun secara gaji sulit menyaingi tawaran dari Arab Saudi atau MLS, faktor gaya hidup dan basis penggemar yang besar di Indonesia bisa menjadi daya tarik tersendiri. Namun, sejauh ini belum ada indikasi serius dari klub-klub Indonesia untuk mendekati para pemain tersebut.
Luka Modric, yang sudah berusia 40 tahun, menjadi contoh paling menarik. AC Milan memiliki opsi perpanjangan kontrak satu tahun, namun belum ada keputusan. Jika Modric memutuskan pensiun, ia akan meninggalkan warisan sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa. Namun jika ia memilih bermain di luar Eropa, mungkin Asia atau Amerika Serikat, itu akan menjadi sinyal bahwa era baru sepak bola global telah tiba—di mana bintang-bintang senior tak lagi hanya berlabuh di Eropa.
Pertanyaan besarnya: akankah ada klub yang berani mengambil risiko merekrut pemain bintang tanpa melihat performa penuh mereka di Piala Dunia? Atau justru turnamen ini akan menjadi panggung terakhir bagi beberapa nama besar sebelum memutuskan gantung sepatu? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi salah satu yang paling dinanti, dengan banyaknya pemain top yang tersedia dengan status bebas transfer.



