Johan Manzambi: Bintang Muda Swiss yang Mengguncang Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pemain SC Freiburg berusia 20 tahun itu mencatatkan lima kontribusi gol di Piala Dunia 2026, rekor termuda sepanjang sejarah turnamen.
- Manzambi hanya bermain 44 menit di dua laga awal, namun mencetak dua gol dan satu assist saat Swiss lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup.
- Penampilannya mengingatkan pada Thomas Müller 2010, dan ia diprediksi menjadi bintang baru setelah turnamen ini.

Di tengah deretan nama besar seperti Kylian Mbappé, Lionel Messi, dan Erling Haaland yang mendominasi papan pencetak gol Piala Dunia 2026, seorang pemuda asal Swiss bernama Johan Manzambi muncul sebagai kejutan terbesar turnamen. Gelandang serang SC Freiburg berusia 20 tahun itu kini menempati peringkat ketiga FIFA Power Rankings, hanya di belakang Mbappé dan Messi, setelah menjadi pemain termuda yang mencapai lima kontribusi gol dalam satu edisi Piala Dunia sejak catatan dimulai.
Manzambi, yang sempat bercita-cita menjadi kiper di masa kecil, hanya mendapat kesempatan bermain 44 menit dalam dua pertandingan awal Grup B melawan Qatar dan Bosnia-Herzegovina. Namun, sejak masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-71 saat melawan Bosnia, ia langsung mencetak gol voli spektakuler tiga menit kemudian. Dua golnya membantu Swiss menang 4-1 dan memberinya penghargaan Pemain Terbaik pertandingan. Pelatih Murat Yakin pun tak ragu menurunkannya sebagai starter saat melawan tuan rumah Kanada.
Melawan Kanada di Vancouver, Manzambi kembali bersinar. Ia memberikan assist untuk gol pembuka Rubén Vargas sebelum mencetak gol kedua dalam kemenangan 2-1 yang memastikan Swiss lolos ke babak gugur sebagai juara Grup B. Penampilan itu mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Terbaik kedua. Di babak 32 besar, ia kembali menjadi aktor kunci dengan assist brilian untuk Breel Embolo dalam kemenangan 2-0 atas Aljazair. Aksi individunya yang meninggalkan bek kanan Aljazair, Aïssa Mandi, sebelum memberikan umpan silang akurat menjadi sorotan.
Pelatih Yakin tak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Dia pemain yang sangat berharga bagi kami. Seorang pesepakbola brilian yang terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Sangat menyenangkan bekerja dengannya," ujar Yakin. Manzambi disebut memiliki kecepatan, kontrol bola rapat, fisik kuat, dan ketenangan dalam mengambil keputusan di momen krusial. Kombinasi ini mengingatkan pada Thomas Müller saat Piala Dunia 2010, satu-satunya pemain di bawah 21 tahun sebelumnya yang mencapai pencapaian serupa.
Kemenangan atas Aljazair menjadi kemenangan pertama Swiss di babak gugur Piala Dunia sejak 1938, ketika mereka mengalahkan Jerman 4-2. Dengan Manzambi dalam performa terbaik, Swiss percaya diri menghadapi Kolombia yang diperkuat Luis Díaz di babak 16 besar. Díaz, yang telah menjadi superstar di Bayern Munich, akan menjadi ujian berat bagi Manzambi. Namun, jika performanya terus konsisten, bukan tidak mungkin namanya akan sejajar dengan bintang-bintang dunia setelah turnamen ini usai.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kemunculan Manzambi menjadi pengingat bahwa Piala Dunia selalu melahirkan bintang baru dari tempat yang tak terduga. Swiss, yang sering dianggap sebagai tim kuda hitam, kini memiliki talenta muda yang bisa membawa mereka lebih jauh. Akankah Manzambi mampu mengulangi jejak Mbappé yang melejit di Piala Dunia 2018? Atau akankah ia menjadi sensasi satu turnamen? Babak gugur akan menjadi jawabannya.



