Bek Kolombia Jhon Lucumí Menepis Spekulasi Juventus: Fokus Piala Dunia Dulu
Baca dalam 60 detik
- Bek Bologna, Jhon Lucumí, menolak membahas ketertarikan Juventus saat ini karena fokus penuh membela Kolombia di Piala Dunia.
- Juventus dikabarkan enggan membayar klausul rilis €28 juta dan lebih memilih opsi tukar tambah pemain, termasuk Fabio Miretti.
- Kontrak Lucumí di Bologna masih tersisa hingga 2027, namun masa depannya baru akan dibahas setelah turnamen global usai.

Bek tengah Bologna, Jhon Lucumí, memilih untuk tidak membahas spekulasi transfer yang menghubungkannya dengan Juventus, setidaknya hingga perjalanannya bersama tim nasional Kolombia di Piala Dunia berakhir. Pemain berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan masa depan klub.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Lucumí mengakui bahwa ia sadar akan minat Juventus, namun ia enggan terburu-buru mengambil keputusan. “Saya sedang berada di Piala Dunia sekarang. Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal-hal seperti itu. Saat saya kembali ke Italia, kami akan membicarakan semuanya dengan tenang,” ujarnya.
Lucumí menjadi salah satu target utama Juventus di lini belakang pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun, Bianconeri disebut-sebut enggan membayar klausul rilis sang pemain yang mencapai €28 juta. Sebagai gantinya, Juventus dikabarkan tengah menjajaki opsi pertukaran pemain plus uang tunai dengan Bologna, dengan melibatkan gelandang muda Fabio Miretti.
Bagi Juventus, mendatangkan bek tengah baru menjadi prioritas setelah performa lini belakang yang kurang konsisten musim ini. Lucumí dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tim asuhan Thiago Motta. Namun, dengan harga yang tidak murah, Juventus harus pintar bernegosiasi agar tidak membebani keuangan klub.
Sementara itu, Lucumí tengah menikmati momen manis bersama Kolombia di Piala Dunia. Timnya sukses melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Ghana, dan kini bersiap menghadapi Swiss. “Suasananya luar biasa; rasanya seperti bermain di kandang sendiri. Saat semua orang menyanyikan lagu kebangsaan bersama, wow, itu sangat emosional bagi kami. Kami ingin memberikan banyak kebahagiaan bagi rakyat Kolombia,” kata Lucumí penuh semangat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Lucumí menjadi pengingat bahwa pemain top seringkali dihadapkan pada dilema antara ambisi klub dan kebanggaan membela negara. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, fokus pada turnamen besar seperti Piala Dunia bisa menjadi ujian mental yang berat. Namun, Lucumí justru menjadikannya motivasi untuk tampil maksimal.
Dengan kontrak yang masih panjang di Bologna, Lucumí tidak perlu terburu-buru menentukan langkah. Keputusan akhir kemungkinan baru akan terungkap setelah Piala Dunia usai, saat ia duduk bersama agen dan manajemen klub untuk membahas tawaran yang ada. Pertanyaan besarnya: akankah Juventus bersedia menaikkan tawaran, atau justru beralih ke target lain?



