Rangnick Siapkan Strategi Kunci untuk Matikan Lamine Yamal di Babak 32 Besar
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Austria Ralf Rangnick mengakui Lamine Yamal sebagai ancaman utama Spanyol dan akan menerapkan penjagaan ketat.
- Spanyol datang dengan rekor tak terkalahkan 34 laga, sementara Austria harus tampil lebih baik setelah mencetak enam gol di fase grup.
- Austria kehilangan bek Phillipp Mwene karena cedera, namun Rangnick yakin timnya mampu menantang salah satu favorit turnamen.

Pelatih tim nasional Austria, Ralf Rangnick, menegaskan bahwa menghentikan pergerakan winger muda Spanyol, Lamine Yamal, menjadi prioritas utama saat kedua tim bertemu dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (2/7) waktu setempat. Dalam konferensi pers di Inglewood, California, Rangnick menyebut Yamal sebagai pemain yang dinikmati seluruh penggemar sepak bola, namun tugas Austria adalah membatasi ruang geraknya.
Yamal, yang baru berusia 18 tahun, baru pulih dari cedera hamstring yang dideritanya pada April lalu. Spanyol dengan hati-hati memulangkannya ke lapangan, memberinya total 141 menit bermain di tiga pertandingan grup, dengan satu gol. Meski demikian, Rangnick menilai bakat Yamal akan bersinar selama lebih dari satu dekade ke depan jika ia tetap sehat dan fokus.
"Dia adalah pemain yang akan kami awasi sangat ketat besok. Kami tidak boleh memberinya banyak ruang atau kesempatan untuk memulai aksi dribelnya," ujar Rangnick. Ia menambahkan bahwa seluruh penggemar sepak bola di mana pun senang menonton Yamal, tetapi tugas Austria adalah membuatnya sesedikit mungkin menguasai bola.
Austria sendiri mencetak enam gol di fase grup, unggul satu gol dari Spanyol. Namun, Rangnick sadar bahwa timnya harus meningkatkan performa menghadapi Spanyol yang tak terkalahkan dalam 34 pertandingan sejak Maret 2023. "Kami semua tahu bahwa kami harus tampil lebih baik besok. Melawan Spanyol, ini sudah jelas. Kami harus mengambil satu langkah lebih jauh," tegasnya.
Kapten Austria, David Alaba, yang pernah bermain bersama Real Madrid, mengakui kualitas Spanyol. "Mereka memainkan sepak bola yang sangat menarik. Mereka memiliki kualitas luar biasa dan pemain individu yang bisa membuat perbedaan. Tapi kami tidak ingin bersembunyi. Kami benar-benar ingin bermain ke depan dan berusaha sukses," kata Alaba. Meski tanpa Phillipp Mwene yang cedera, Rangnick yakin timnya memiliki cukup opsi untuk mengatasi absensi dan tetap bisa menantang salah satu favorit turnamen.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini menyajikan tontonan menarik antara dua gaya bermain: Spanyol dengan penguasaan bola dan kreativitas individu, melawan Austria yang disiplin dan agresif. Keberhasilan Austria meredam Yamal bisa menjadi kunci untuk menciptakan kejutan, sekaligus membuktikan bahwa tim non-unggulan mampu bersaing di panggung dunia. Akankah strategi Rangnick berhasil, atau Yamal akan kembali menjadi pembeda?



