Arsenal Ganti Target: Tinggalkan Guimaraes, Incar Remaja Maroko Bouaddi
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengalihkan fokus dari Bruno Guimaraes ke gelandang Lille, Ayyoub Bouaddi, yang baru berusia 18 tahun.
- Bouaddi, yang tampil impresif di Piala Dunia bersama Maroko, dibanderol £80 juta dan bisa menjadi investasi jangka panjang.
- Kesepakatan potensial mencakup klausul peminjaman kembali ke Lille, yang berarti Arsenal harus bersabar demi masa depan.

Arsenal dikabarkan mulai menggeser prioritas perekrutan gelandang tengah mereka dari bintang Newcastle United, Bruno Guimaraes, menuju talenta muda asal Maroko, Ayyoub Bouaddi. Langkah ini menandai perubahan strategi The Gunners yang sebelumnya gencar mengejar pemain berusia 28 tahun itu, namun kini melirik prospek jangka panjang yang lebih segar.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal termasuk salah satu klub yang serius memburu Bouaddi, gelandang Lille yang baru berusia 18 tahun. Namun, persaingan ketat sudah menanti: Chelsea dan Manchester City juga dikabarkan siap mengakomodasi permintaan Lille yang menginginkan Bouaddi dipinjamkan kembali selama musim 2026/27 sebagai bagian dari transfer. Situasi ini membuat Arsenal harus bekerja keras meyakinkan sang pemain yang disebut-sebut terbuka terhadap semua opsi.
Keputusan untuk beralih dari Guimaraes bukan tanpa alasan. Newcastle sebelumnya menolak tawaran awal Arsenal senilai £55 juta dan kini dikabarkan akan membanderol pemain Brasil itu di atas £60 juta. Dengan usia yang sudah menginjak 29 tahun pada November mendatang, Guimaraes dianggap hanya memberikan solusi jangka pendek—mungkin hanya dua hingga tiga musim—sementara Bouaddi menawarkan potensi sebagai pilar lini tengah selama satu dekade ke depan.
Dari segi gaya bermain, Bouaddi dan Guimaraes memiliki kemiripan sebagai gelandang bertahan yang energik dan agresif. Keduanya unggul dalam merebut bola, melakukan intersepsi, dan memenangkan duel untuk menginisiasi serangan. Namun, perbedaan usia yang mencapai sepuluh tahun membuat Bouaddi menjadi pilihan yang lebih menarik bagi Arsenal yang ingin membangun tim untuk masa depan.
Keputusan untuk meminjamkan Bouaddi kembali ke Lille mungkin tidak akan disambut antusias oleh para pendukung yang menginginkan tambahan amunisi segera. Namun, dengan hanya berusia 19 tahun saat akhirnya bergabung pada musim 2027/28, Arsenal bisa mendapatkan pemain yang sudah matang dengan pengalaman reguler di Liga Prancis. Sementara itu, untuk mengisi kebutuhan jangka pendek, Arsenal diperkirakan akan mencari alternatif sementara yang lebih murah pada bursa musim panas ini.
Langkah ini menunjukkan pergeseran filosofi Arsenal di bawah Mikel Arteta: tidak hanya mengejar kesuksesan instan, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk jangka panjang. Pertanyaannya, akankah kesabaran ini terbayar dengan trofi di masa depan, atau justru membuat The Gunners kehilangan momentum?



