Dua Gol Kane di Menit Akhir Selamatkan Inggris, Hadapi Meksiko di 16 Besar
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane mencetak dua gol pada 15 menit terakhir untuk membalikkan ketertinggalan Inggris atas Kongo DR dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Inggris setelah tertinggal di babak pertama dalam sejarah Piala Dunia, memutus rekor buruk sebelumnya.
- Inggris akan berhadapan dengan tuan rumah Meksiko pada 6 Juli di Mexico City Stadium, laga yang diprediksi berlangsung sengit.

Harry Kane menjadi pahlawan Inggris setelah dua golnya di menit akhir membalikkan keadaan melawan Kongo DR dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (25/6) waktu setempat. Kapten The Three Lions itu memastikan timnya lolos ke babak 16 besar untuk ketiga kalinya berturut-turut, sekaligus membungkam kritik yang sempat muncul setelah performa kurang meyakinkan di fase grup.
Kongo DR, yang belum pernah merasakan fase gugur Piala Dunia, justru tampil mengejutkan sejak menit ketujuh. Brian Cipenga, pemain sayap yang baru mencetak gol internasional pertamanya, memanfaatkan umpan silang dari Chancel Mbemba untuk melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan Jordan Pickford di tiang dekat. Keunggulan itu bertahan hingga 75 menit, membuat pendukung Inggris di Stadion Mercedes-Benz cemas.
Pelatih Thomas Tuchel melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Anthony Gordon sebagai pemain sayap. Keputusan itu langsung membuahkan hasil: umpan silang Gordon disambut sundulan Kane untuk menyamakan kedudukan. Gol ke-12 Kane di Piala Dunia itu menjadi titik balik. Sebelas menit kemudian, Kane kembali menunjukkan ketajamannya dengan melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tak mampu dihalau kiper Lionel Mpasi.
Kiper Kongo DR, Lionel Mpasi, tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas Inggris, termasuk dua sundulan Jude Bellingham dan tendangan voli Kane di babak pertama. Namun, kegagalan timnya memanfaatkan peluang kedua—ketika Yoane Wissa membentur tiang—menjadi titik lemah yang akhirnya berbuah petaka. "Kami kecewa karena benar-benar percaya bisa melakukannya," ujar pelatih Kongo DR, Sébastien Desabre, seperti dikutip FIFA. "Kami belajar banyak dari pertandingan seperti ini."
Bagi Indonesia, laga ini menjadi pengingat betapa pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit. Timnas Indonesia, yang tengah bersiap menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2026, bisa memetik pelajaran dari kebangkitan Inggris. Mentalitas pantang menyerah dan kedalaman skuad menjadi faktor krusial, sebagaimana ditunjukkan Tuchel dengan memanfaatkan pemain pengganti. Selain itu, performa Kongo DR membuktikan bahwa tim non-unggulan mampu merepotkan raksasa jika bermain disiplin.
Inggris selanjutnya akan berhadapan dengan Meksiko, salah satu tuan rumah turnamen, di Mexico City Stadium pada 6 Juli. Meksiko, yang lolos sebagai juara grup, akan mendapat dukungan penuh dari publik sendiri. "Kami harus terus bekerja keras," kata Kane kepada BBC Sport. "Babak ini adalah tentang bagaimana memenangkan pertandingan dengan cara apa pun." Pertanyaan besarnya: mampukah Inggris mempertahankan momentum ini, atau justru tuan rumah yang akan melaju?



