Afsel Turunkan Tim Terkuat di Laga Perdana Nations Championship: Kolbe dan Willemse Rayakan 50 Caps
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Rassie Erasmus memilih skuad sarat pengalaman untuk laga pembuka Nations Championship melawan Inggris, dengan Damian Willemse dan Cheslin Kolbe mencatatkan caps ke-50.
- Formasi 5-3 di bangku cadangan menunjukkan strategi fisik, sementara Andre Esterhuizen yang serbabisa memberi fleksibilitas di lini belakang.
- Pertandingan di Ellis Park ini menjadi ujian awal bagi Afrika Selatan dalam turnamen baru yang menggantikan seri pertandingan internasional tradisional.

Afrika Selatan memastikan tidak akan main-main di laga perdana Nations Championship. Pelatih Rassie Erasmus menurunkan formasi terkuatnya saat menjamu Inggris di Ellis Park, Johannesburg, akhir pekan ini โ dengan dua pemain, Damian Willemse dan Cheslin Kolbe, yang genap menjalani laga internasional ke-50 mereka.
Keputusan Erasmus menempatkan Manie Libbok sebagai flyhalf, sementara Handre Pollard absen dari skuad hari pertandingan, menandai perubahan arah di posisi pengatur serangan. Di bangku cadangan, Erasmus memilih komposisi lima pemain depan dan tiga pemain belakang โ yang sekilas tampak seperti formasi 5-3, meski Andre Esterhuizen bisa berperan sebagai centre maupun flanker jika diperlukan.
Kapten Siya Kolisi memimpin tim dari posisi flanker, ditemani Pieter-Steph du Toit dan Jasper Wiese di lini belakang. Duet Eben Etzebeth dan Ruan Nortje menjadi andalan di barisan lock, sementara Malcolm Marx, Ox Nche, dan Thomas du Toit membentuk front row yang kokoh. Di lini belakang, Grant Williams mengisi pos scrumhalf, dengan Damian de Allende dan Jesse Kriel kembali dipasangkan sebagai centre, serta Kurt-Lee Arendse melengkapi trio belakang bersama Kolbe dan Willemse.
Erasmus menegaskan bahwa Inggris bukan lawan yang bisa diremehkan. "Inggris adalah tim berkualitas, dan kami berharap mereka akan memberikan segalanya dalam pertandingan ini. Karena itu penting untuk memilih skuad yang berpengalaman namun juga dipadukan dengan beberapa pemain muda yang telah membuktikan kemampuan mereka di level ini," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pertandingan akan berlangsung keras dan membutuhkan akurasi di setiap aspek permainan, serta kemampuan memanfaatkan peluang menjadi poin.
Bagi penggemar rugbi Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana negara-negara top seperti Afrika Selatan mempersiapkan diri menghadapi turnamen baru. Nations Championship sendiri merupakan format kompetisi yang relatif baru, menggantikan seri pertandingan internasional tradisional. Dengan kekuatan skuad yang diturunkan, Afsel jelas ingin memulai turnamen dengan langkah percaya diri. Pertanyaannya, akankah Inggris mampu memberikan perlawanan sengit di kandang lawan?



