Skandal Baru Menerpa Phil Mickelson: Bantahan Keras atas Tuduhan Pelecehan
Baca dalam 60 detik
- Pegolf legendaris Phil Mickelson membantah keras tuduhan pelecehan seksual yang diungkap investigasi media Skratch, menyebutnya sebagai serangan tanpa dasar.
- Investigasi itu mengklaim Mickelson dilarang masuk tiga klub golf California dan menunjukkan foto vulgar kepada mantan istri pegolf Pat Perez pada 2015.
- Kasus ini menambah daftar kontroversi yang membayangi karier Mickelson sejak ia hengkang ke LIV Golf, seri yang didanai Arab Saudi.

Phil Mickelson, enam kali juara major dan ikon golf dunia, kembali diterpa badai. Investigasi yang diterbitkan media golf Skratch menuduhnya melakukan perilaku tidak pantas terhadap perempuan di sejumlah klub golf California. Namun, sang pegolf, yang kini berusia 56 tahun, membantah habis-habisan tuduhan tersebut melalui pernyataan resmi yang dikirim ke New York Post.
Dalam laporan yang ditulis jurnalis Alan Shipnuck, Skratch mengklaim Mickelson tidak lagi disambut di tiga klub golf di California akibat perilaku tidak senonoh terhadap perempuan. Salah satu tuduhan paling serius datang dari Ashley Perez, mantan istri pegolf PGA Tour Pat Perez. Perez mengaku bahwa pada 2015 Mickelson menunjukkan foto eksplisit dirinya dan melakukan rayuan seksual. Tuduhan ini langsung dibantah tim kuasa hukum Mickelson, yang menyebut versi kejadian tersebut kehilangan detail penting dan merupakan kesalahpahaman yang sudah ia minta maaf.
Pernyataan dari kubu Mickelson menegaskan, "Kesediaan Tuan Mickelson untuk meminta maaf atas perilakunya tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya." Mereka juga membantah klaim bahwa Mickelson diusir dari klub golf mana pun. "Tuan Mickelson tidak pernah diusir dari klub golf. Keanggotaannya tidak pernah dicabut oleh klub mana pun. Keputusan itu sepenuhnya ada di tangannya," bunyi pernyataan tersebut.
Investigasi Skratch ini muncul tak lama setelah Mickelson hengkang dari sebuah klub golf bergengsi di California menyusul tuduhan kontak tidak pantas dengan seorang karyawan perempuanโyang juga ia bantah. Tim kuasa hukum Mickelson mengecam penggunaan sumber anonim oleh Skratch dan mempertanyakan kredibilitas publikasi tersebut, mengingat hubungan historisnya dengan PGA Tour. "Kredibilitas tidak diperoleh dengan menerbitkan narasi paling provokatif. Kredibilitas diperoleh melalui transparansi, verifikasi, dan perbedaan jelas antara fakta, inferensi, dan spekulasi," tegas pernyataan itu.
Di sisi lain, pemimpin redaksi Skratch, Ben Boskovich, menyatakan pihaknya tetap pada laporan tersebut. Ia mengklaim bahwa Mickelson, istrinya, dan pengacaranya telah diberi kesempatan untuk menanggapi sebelum publikasi. Boskovich menegaskan, "Kami berdiri di balik liputan kami."
Kontroversi ini menambah panjang daftar masalah yang membayangi karier Mickelson. Sejak pindah ke LIV Golf, ia kerap menjadi sorotan, baik karena prestasi di lapangan maupun pernyataan kontroversialnya. Bagi penggemar golf di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap prestasi, dunia olahraga profesional juga menyimpan sisi gelap yang kerap terkuak. Isu pelecehan dan etika menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia yang tengah mengembangkan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan berintegritas.
Ke depan, pertanyaan besar masih menggantung: akankah tuduhan ini berdampak pada karier Mickelson di LIV Golf? Ataukah ini akan menjadi batu sandungan lain yang mampu ia lewati, seperti kontroversi sebelumnya? Yang jelas, publik akan terus mengawasi langkah pegolf legendaris ini.



