Tanpa Finn Russell, Skotlandia Andalkan Jonny Gray Hadapi Argentina di Nations Championship
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia akan tampil tanpa Finn Russell yang cedera betis saat melawan Argentina di Nations Championship, sementara Jonny Gray kembali setelah absen di Six Nations.
- Scott Cummings dan Pierre Schoeman akan merayakan caps ke-50 mereka dalam laga di Cordoba, menunjukkan regenerasi skuad Gregor Townsend.
- Laga ini menjadi ujian awal Skotlandia dalam Nations Championship, dengan agenda berat melawan Afrika Selatan dan Fiji setelahnya.

Skotlandia harus menghadapi Argentina dalam laga perdana Nations Championship tanpa playmaker andalan Finn Russell. Pemain berusia 33 tahun itu belum pulih sepenuhnya dari cedera betis yang juga membuatnya absen di akhir musim Bath. Sebagai gantinya, pelatih Gregor Townsend memasukkan Tom Jordan sebagai fly-half, sementara Jonny Gray kembali mengisi posisi lock setelah melewatkan Six Nations tahun ini.
Pertandingan di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba, Sabtu (20:10 BST) ini juga menjadi momentum spesial bagi lock Scott Cummings (29) dan prop Pierre Schoeman (32) yang akan meraih caps ke-50 bersama Skotlandia. Keduanya menjadi bagian dari delapan perubahan starting XV dibanding tim yang kalah dari Irlandia di Dublin pada pertengahan Maret lalu.
Selain Gray dan Jordan, pemain lain yang masuk starting line-up adalah full-back Kyle Rowe, centre Rory Hutchinson, wing Jamie Dobie, hooker George Turner, dan prop Elliot Millar-Mills. Kyle Steyn bergeser dari sayap kiri ke kanan untuk memberi tempat bagi Dobie. Sementara prop Zander Fagerson dan wing Darcy Graham harus puas duduk di bangku cadangan.
Kembalinya Gray menjadi sorotan karena pengalamannya di lini depan. Pemain berusia 32 tahun itu terakhir kali membela Skotlandia pada Six Nations 2025, dan kehadirannya diharapkan memperkuat maul serta line-out. Di sisi lain, ketiadaan Russell membuat Skotlandia kehilangan kreator serangan utama. Tom Jordan, yang biasanya bermain sebagai full-back, akan mengisi peran fly-halfโsebuah eksperimen yang patut dicermati.
Bagi pengamat rugby di Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim tier-1 seperti Skotlandia mengelola rotasi pemain di tengah jadwal padat Nations Championship. Setelah Argentina, Skotlandia akan menghadapi Afrika Selatan di Pretoria dan Fiji di Murrayfield. Hasil melawan Pumas akan menjadi indikator kesiapan mereka menghadapi lawan-lawan berat tersebut.
Gregor Townsend, pelatih Skotlandia, menilai pertandingan ini sebagai kesempatan untuk menguji kedalaman skuad. "Kami memiliki pemain-pemain yang lapar akan kesempatan, dan laga ini adalah ajang pembuktian," ujarnya dalam konferensi pers. Dengan delapan perubahan, Townsend jelas ingin melihat performa para pemain pelapis sebelum menentukan komposisi terbaik untuk laga selanjutnya.
Ke depan, Skotlandia perlu membuktikan bahwa mereka bisa tampil kompetitif tanpa Russell. Jika Jordan mampu mengendalikan tempo permainan, bukan tidak mungkin Skotlandia justru menemukan opsi baru di posisi fly-half. Pertanyaan besarnya: akankah eksperimen ini berhasil, atau justru menjadi bumerang?



