Furbank Kembali ke Timnas Inggris Usai Dua Tahun Absen, Tantang Afrika Selatan di Ellis Park
Baca dalam 60 detik
- George Furbank akan menjadi full-back Inggris dalam laga Nations Championship melawan Afrika Selatan, pertama kalinya sejak November 2023.
- Pelatih Steve Borthwick merotasi skuad dengan mengistirahatkan Maro Itoje, memberi kesempatan pada pemain seperti George Martin dan Henry Pollock.
- Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Inggris menghadapi juara dunia bertahan di kandang sendiri, dengan tekanan altitude Johannesburg.

George Furbank akhirnya kembali mengenakan jersey Inggris setelah absen hampir dua tahun. Pemain berusia 27 tahun itu akan menjadi starter sebagai full-back saat Inggris menghadapi Afrika Selatan dalam laga perdana Nations Championship di Ellis Park, Johannesburg, Sabtu (12/7). Ini adalah caps ke-15 bagi Furbank, yang terakhir tampil pada November 2023 melawan Jepang.
Keputusan pelatih Steve Borthwick memasukkan Furbank ke dalam starting line-up menunjukkan kepercayaan pada pemain yang sempat terhambat cedera. Furbank menjalani musim 2024 dengan impresif sebelum cedera bertubi-tubi menghalanginya. Namun, ia bangkit pada akhir musim Premiership terbaru dengan membawa Northampton Saints meraih gelar juara, sebelum pindah ke Harlequins pada musim panas ini.
Dalam susunan pemain, Furbank akan berduet dengan Cadan Murley dan Immanuel Feyi-Waboso di lini belakang. Sementara itu, Tommy Freeman dan Seb Atkinson mengisi posisi centre. Di lini depan, George Martin mendapatkan start pertamanya sejak Six Nations 2025, berpasangan dengan Alex Coles di barisan kedua, dan Ollie Chessum sebagai blindside flanker. Henry Pollock, yang meraih penghargaan pemain terbaik berturut-turut saat Northampton juara Premiership, duduk di bangku cadangan.
Borthwick memilih mengistirahatkan kapten reguler Maro Itoje, sehingga Jamie George memimpin tim dari posisi hooker. Ia akan didukung oleh barisan depan berpengalaman: Ellis Genge dan Joe Heyes sebagai prop. Ben Earl dan Tom Curry mengisi lini belakang, dengan Jack van Poortvliet sebagai scrum-half dan Fin Smith sebagai fly-half. Borthwick menyebut laga ini sebagai salah satu ujian terbesar di rugby dunia. "Bermain melawan Afrika Selatan di Ellis Park adalah salah satu Test terbesar dalam rugby dunia dan kesempatan yang kami sambut dengan antusias," ujarnya.
Bagi Murley, rekan setim baru Furbank di Harlequins, laga ini menjadi kesempatan emas menghadapi pemain terbaik dunia. Ia akan berhadapan langsung dengan Cheslin Kolbe, pemenang Piala Dunia dua kali, yang menempati posisi sayap lawan. "Cheslin Kolbe mungkin adalah pemain sayap terbaik sejak Piala Dunia 2019. Saya sering mempelajari permainan udaranya karena dia tidak tinggi dan tidak besar. Ini tantangan yang bagus," kata Murley kepada BBC Sport. "Menghadapi juara di kandang mereka sendiri adalah tantangan besar, tapi juga menyenangkan. Mereka adalah tim yang mendominasi rugby dunia untuk waktu yang lama."
Pertandingan ini juga menjadi ujian adaptasi bagi Inggris terhadap altitude Johannesburg yang mencapai 1.753 meter di atas permukaan laut. Pelatih penguasaan bola Kevin Sinfield sebelumnya menyatakan timnya siap menghadapi kondisi tersebut. Sementara itu, Afrika Selatan diperkirakan akan menurunkan Manie Libbok sebagai fly-half, menggantikan Handrรฉ Pollard yang cedera.
Bagi Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar rugby dunia terus berinovasi dalam menghadapi tekanan. Meski rugby belum populer di Tanah Air, pertandingan semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia yang menekuni olahraga fisik. Keberanian Furbank bangkit dari cedera dan kembali ke level tertinggi adalah pelajaran tentang ketahanan mental dan fisik.
Pertanyaan besarnya: mampukah Inggris mematahkan dominasi Afrika Selatan di kandang sendiri? Atau justru Boks akan kembali menunjukkan superioritas mereka? Jawabannya akan terungkap di Ellis Park, Sabtu nanti.



