Sara Curtis Pecahkan Rekor Dunia 50m Gaya Punggung Dua Hari Beruntun di Paris
Baca dalam 60 detik
- Perenang Italia berusia 19 tahun itu mempertajam catatan waktunya menjadi 26,56 detik di final Kejuaraan Eropa, sehari setelah mencetak rekor baru di semifinal.
- Pencapaian ini menegaskan dominasi Eropa di nomor sprint gaya punggung putri, sekaligus menggeser standar yang sebelumnya dipegang atlet Australia.
- Dengan rekor yang terus berubah cepat, persaingan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 diprediksi semakin sengit, termasuk potensi persaingan dengan perenang Asia.

Paris, 13 Agustus โ Sara Curtis, perenang Italia berusia 19 tahun, kembali mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia. Pada final 50 meter gaya punggung putri Kejuaraan Eropa di Paris, Kamis (13/8), ia finis dengan waktu 26,56 detik, memecahkan rekor yang baru ia buat sehari sebelumnya.
Rekor tersebut ia ukir saat semifinal, Rabu (12/8), dengan catatan 26,63 detik. Angka itu sudah menghapus rekor lama milik Kaylee McKeown dari Australia yang bertahan sejak 2023. Kini, Curtis tidak hanya merebut medali emas, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai sprinter gaya punggung tercepat di dunia saat ini.
Pencapaian ini menarik karena datang hanya dalam dua hari beruntun. Artinya, konsistensi dan kemampuan Curtis untuk tampil di bawah tekanan menjadi sorotan. Para analis menilai bahwa keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari latihan intensif dan strategi balap yang matang. Federasi Renang Italia pun disebut telah mempersiapkan Curtis sebagai salah satu andalan untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Bagi Indonesia, prestasi Curtis menjadi pengingat bahwa dominasi tradisional Australia dan Amerika Serikat di nomor renang putri mulai tergeser oleh atlet-atlet Eropa yang lebih muda. Federasi Renang Indonesia (PRSI) dapat menjadikan ini sebagai tolok ukur untuk menggenjot pembinaan atlet junior, terutama di nomor-nomor sprint yang selama ini jarang menghasilkan catatan internasional.
- Waktu rekor baru: 26,56 detik (final), sebelumnya 26,63 detik (semifinal).
- Perenang: Sara Curtis, 19 tahun, asal Italia.
- Rekor sebelumnya: Kaylee McKeown (Australia) pada 2023.
- Kejuaraan: European Championships di Paris, Agustus 2025.
Menariknya, Curtis memecahkan rekor di ajang kontinental, bukan di Olimpiade atau Kejuaraan Dunia. Hal ini menunjukkan bahwa level persaingan di Eropa kini sangat tinggi. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa waktu 26,56 detik akan menjadi target yang sulit ditembus dalam waktu dekat, tetapi dengan perkembangan teknik start dan pembalikan, rekor ini bisa kembali terpecahkan sebelum Olimpiade berikutnya.
Di sisi lain, kegagalan McKeown mempertahankan rekornya menjadi sinyal bahwa Australia perlu melakukan evaluasi. Meski McKeown masih menjadi perenang punggung jarak menengah yang tangguh, di nomor sprint, generasi baru Eropa mulai mendominasi. Persaingan ini tentu akan menarik untuk disaksikan pada ajang-ajang internasional mendatang.
โKami melihat perubahan generasi di nomor sprint putri. Atlet-atlet muda Eropa seperti Curtis tampil sangat agresif dan konsisten,โ ujar seorang analis renang internasional yang enggan disebut namanya.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah Curtis mampu mempertahankan rekor ini, tetapi juga bagaimana para pesaingnya, termasuk dari Asia, akan merespons. Dengan Olimpiade Los Angeles yang tinggal tiga tahun lagi, persiapan jangka panjang menjadi kunci. Apakah akan muncul perenang Asia yang mampu menembus dominasi Eropa di nomor ini? Kita tunggu saja.



