Swiatek Lolos ke Putaran Ketiga Wimbledon Usai Hajar Pliskova Dua Set Langsung
Baca dalam 60 detik
- Iga Swiatek mengalahkan Karolina Pliskova 6-1, 6-3 dalam 69 menit untuk melaju ke putaran ketiga Wimbledon.
- Petenis Polandia itu mencatatkan rekor 26 Grand Slam berturut-turut lolos ke putaran ketiga, hanya kalah dari Navratilova dan Martinez.
- Setelah tampil emosional di laga pertama, Swiatek menunjukkan performa lebih stabil dan siap menghadapi Alexandra Eala di babak berikutnya.

Iga Swiatek melanjutkan misi mempertahankan gelar juara Wimbledon dengan kemenangan meyakinkan atas mantan finalis Karolina Pliskova, 6-1, 6-3, dalam laga putaran kedua yang berlangsung hanya 69 menit, Kamis (3/7). Petenis peringkat tiga dunia itu tampil dominan sejak awal dan hanya kehilangan satu dari 17 poin pertama pertandingan.
Kemenangan ini membuat Swiatek menjadi wanita ketiga di era Open yang mencapai putaran ketiga dalam 26 Grand Slam beruntun, setelah Martina Navratilova (35) dan Conchita Martinez (30). Rekor tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa sang juara enam Grand Slam sejak 2019 US Open.
Berbeda dengan laga pembuka yang penuh air mata saat mengalahkan Taylor Townsend dalam tiga set, Swiatek tampil lebih tenang dan fokus. "Saya merasa lebih stabil hari ini, dan itu bagus. Pertandingan pertama memang sangat emosional, tapi hari ini seperti hari biasa di kantor. Saya harus siap, memegang kendali, dan membuat keputusan tepat," ujar Swiatek kepada penonton di Centre Court.
Pliskova, mantan nomor satu dunia yang masih dalam masa pemulihan pasca operasi pergelangan kaki, sempat memberikan perlawanan di set kedua dengan mematahkan servis Swiatek untuk unggul 2-0. Namun, dua double fault beruntun membuatnya kehilangan keunggulan. Swiatek yang kembali menemukan ritme permainan kemudian memenangi enam dari tujuh game terakhir.
Legenda tenis Martina Navratilova memberikan nilai A+ untuk performa Swiatek. Menanggapi pujian itu, Swiatek tersenyum, "Ketika legenda seperti dia mengatakan hal baik tentang Anda, itu sangat berarti. Tapi saya rasa bukan A+, mungkin B, karena ada beberapa pukulan kotor di game terakhir."
Bagi penggemar tenis Indonesia, konsistensi Swiatek menjadi tolok ukur betapa sulitnya bertahan di puncak tenis wanita. Dengan turnamen-turnamen besar seperti Wimbledon dan US Open yang kerap disiarkan langsung di Tanah Air, performa petenis Polandia ini selalu dinantikan. Namun, tantangan berikutnya tidak mudah: ia akan menghadapi Alexandra Eala dari Filipina, petenis muda yang tengah naik daun.
Swiatek mengakui bahwa ia harus waspada. "Saya belajar dari French Open tahun ini, di mana saya justru tersingkir di putaran ketiga. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama," tegasnya. Pertandingan melawan Eala diprediksi akan menjadi ujian mental dan fisik, mengingat Eala memiliki pukulan backhand yang mematikan.
Dengan rekor 26 Grand Slam berturut-turut mencapai putaran ketiga, Swiatek membuktikan dirinya sebagai salah satu petenis paling konsisten di era modern. Namun, pertanyaan besarnya: bisakah ia mempertahankan gelar Wimbledon dan menambah koleksi Grand Slam-nya? Atau akankah Eala menjadi batu sandungan baru?



