Pemakaman James Burrows: Para Bintang Will & Grace Bersatu Kembali untuk Sang Legenda
Baca dalam 60 detik
- Eric McCormack, Debra Messing, dan Sean Hayes menghadiri pemakaman sutradara legendaris James Burrows di Los Angeles, empat hari setelah kepergiannya.
- Burrows, yang menyutradarai seluruh 246 episode Will & Grace, meninggalkan warisan besar di industri komedi televisi global.
- Para pemain dan kreator serial mengenang Burrows sebagai mentor, 'ayah TV', dan sosok yang selalu menyatukan mereka.

Kepergian James Burrows, sutradara dan produser eksekutif di balik kesuksesan serial komedi Will & Grace, mempertemukan kembali para pemain utamanya dalam suasana duka. Eric McCormack, Debra Messing, dan Sean Hayes terlihat bersama di upacara pemakaman yang digelar di Mount Sinai Memorial Park, Los Angeles, Selasa (23/06/2026) โ hanya empat hari setelah Burrows mengembuskan napas terakhir di usia 85 tahun.
Pertemuan itu menjadi momen emosional bagi McCormack, yang memerankan Will Truman. Dalam wawancara dengan Us Weekly, ia mengaku sudah bertahun-tahun tidak bertemu Messing. "Sedihnya, kami semua bertemu beberapa hari lalu karena pemakaman Jimmy. Aku belum melihat Debra selama bertahun-tahun, dan selalu menyenangkan bertemu dengannya. Aku juga melihat Sean Hayes. Bukan karena alasan yang baik, tapi Jimmy selalu menyatukan kami di panggung setiap minggu, dan kali ini dia menyatukan kami lagi," ujarnya.
Kreator Will & Grace, Max Mutchnick (60) dan David Kohan (62), turut hadir dan menjadi salah satu pembicara dalam upacara tersebut. Burrows, yang akrab disapa Jimmy, dikenal sebagai figur sentral di balik layar โ tidak hanya untuk Will & Grace, tetapi juga puluhan sitkom legendaris lainnya. Ia memulai kariernya dengan ikut menciptakan Cheers bersama Glen dan Les Charles, lalu menyutradarai episode-episode awal Friends, Two and a Half Men, dan The Big Bang Theory.
McCormack mengenang momen favoritnya bersama Burrows, saat ia bertanya apakah serial mereka akan mendapat musim kedua. "Dia menatapku dan berkata, 'Ya Tuhan, McCormack. Belilah rumah.'" Jawaban itu, menurut McCormack, menunjukkan keyakinan Burrows pada kesuksesan acara tersebut โ dan memang benar, Will & Grace bertahan delapan musim dan meraih puluhan penghargaan.
Penghormatan juga mengalir deras di media sosial. Messing, yang memerankan Grace Adler, mengunggah serangkaian foto bersama Burrows dan menulis, "James Burrows adalah legenda. Ikon. Bakat tunggal dan revolusioner di televisi. Dia membawa tawa dan cinta ke lebih banyak rumah di seluruh dunia daripada sutradara TV lain dalam sejarah. Bagiku dia adalah Jimmy. Bagi anakku, dia adalah Papa Jimmy." Ia menambahkan, "Hari ini, kami kehilangan ayah TV kami."
Sean Hayes, melalui suaminya Scott Icenogle, juga menyampaikan duka mendalam. "Dunia kehilangan ikon budaya dan televisi hari ini. Jimmy adalah teman baik dan saya sangat bersyukur memiliki banyak waktu menyenangkan bersamanya, baik secara pribadi maupun profesional," tulis Icenogle di Instagram Stories.
Bagi penggemar sitkom di Indonesia, kepergian Burrows menandai berakhirnya era emas komedi televisi Amerika yang telah menghibur jutaan penonton. Tayangan ulang Will & Grace dan Friends masih sering ditayangkan di stasiun televisi lokal dan platform streaming, membuktikan bahwa karya Burrows tetap relevan lintas generasi. Pertanyaannya, mampukah industri pertelevisian Indonesia melahirkan figur sekaliber James Burrows yang mampu menciptakan komedi lintas waktu?



