Karlie Kloss Akui Tak Pernah Bertemu Donald Trump Meski Satu Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Supermodel Karlie Kloss mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump, meskipun ia bagian dari keluarga besar Trump melalui pernikahan.
- Kloss menegaskan identitas politiknya sebagai pendukung Partai Demokrat dan menekankan pentingnya dialog lintas perbedaan.
- Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap dinamika keluarga Trump yang kerap diwarnai perbedaan pandangan politik.

Karlie Kloss, supermodel berusia 33 tahun yang menikah dengan Joshua Kushner, mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meskipun keduanya terikat hubungan keluarga. Pernyataan ini disampaikan Kloss dalam wawancara dengan Bloomberg Originals, menjawab spekulasi publik mengenai kedekatannya dengan keluarga besar Trump.
Kloss menikah dengan Joshua Kushner, adik dari Jared Kushner yang merupakan suami Ivanka Trumpโputri Donald Trump. Dengan demikian, ia secara resmi menjadi bagian dari klan Trump. Namun, dalam wawancara tersebut, Kloss dengan tegas menyatakan, "Saya belum pernah bertemu Presiden Trump." Pengakuan ini mengejutkan banyak pihak yang mengira hubungan keluarga otomatis menciptakan kedekatan personal.
Kloss juga mengungkapkan bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai anggota keluarga besar yang sangat terpapar politik. Ia mengaku tumbuh dengan nilai-nilai liberal dan tetap memegang teguh prinsip tersebut. "Saya tahu siapa saya. Saya tahu nilai-nilai yang membimbing hidup saya dan isu-isu yang saya pedulikan. Saya tidak kehilangan jati diri. Namun, ini juga keluarga suami saya," ujarnya.
Menariknya, Kloss secara terbuka mengakui perbedaan politik dalam keluarganya. "Saya seorang Demokrat. Saya pikir mungkin untuk memiliki hubungan dengan orang-orang yang tidak sejalan secara politik. Negara ini selalu menjadi tempat untuk berdialog. Kita harus bisa berbicara satu sama lain," katanya. Pernyataan ini mencerminkan sikap moderat di tengah polarisasi politik AS yang kian tajam.
Dalam wawancara sebelumnya dengan British Vogue, Kloss menggambarkan menjadi bagian dari keluarga Trump sebagai "sulit". Ia menegaskan bahwa nilai-nilai liberal yang diyakininya tidak berubah meski berada di lingkungan yang berbeda secara politik. "Saya memilih untuk fokus pada nilai-nilai yang saya bagi dengan suami saya, dan itu adalah nilai-nilai liberal yang sama yang saya miliki sejak kecil," ujarnya.
Kloss juga merefleksikan keputusannya meninggalkan Victoria's Secret pada 2015. Ia merasa citra yang diproyeksikan merek tersebut tidak sesuai dengan pesan yang ingin ia sampaikan kepada perempuan muda tentang kecantikan sejati. Langkah ini dinilai sebagai bentuk konsistensi antara nilai pribadi dan karier profesionalnya.
Bagi publik Indonesia, kisah Kloss menyoroti bagaimana perbedaan politik dapat dikelola dalam lingkup keluarga. Di tengah hiruk-pikuk politik nasional yang kerap memecah belah, sikap Kloss yang mengedepankan dialog dan saling pengertian bisa menjadi pelajaran berharga. Pertanyaannya, mampukah masyarakat Indonesia meniru ketenangan Kloss dalam menghadapi perbedaan?



