Sadie Sink Temukan Cermin Diri dalam Tokoh Juliet Capulet
Baca dalam 60 detik
- Aktris Stranger Things, Sadie Sink, mengaku awalnya ragu memerankan Juliet karena menganggap tokoh itu datar, namun kemudian justru menemukan banyak kesamaan.
- Sink menyoroti kekayaan batin Juliet yang kerap berbicara sendirian dalam solilokui, sebuah karakter yang ia nilai memiliki resiliensi dan kecerdasan emosional tinggi.
- Meski sukses di layar kaca, Sink menegaskan teater tetap menjadi prioritas utama, meski harus menghadapi tantangan seperti konsentrasi penonton yang menurun saat gelombang panas London.

Aktris Sadie Sink, yang namanya melambung lewat serial Stranger Things, mengaku menemukan potret dirinya dalam karakter Juliet Capulet yang ia perankan di panggung West End, London. Bintang berusia 24 tahun itu awalnya skeptis terhadap tokoh klasik Shakespeare tersebut, namun setelah mendalaminya, ia justru merasa terhubung secara personal.
Dalam wawancara dengan majalah Nylon, Sink mengungkapkan bahwa ia sempat ragu menerima tawaran bermain dalam produksi Romeo and Juliet versi panggung. “Saya tidak pernah benar-benar tertarik pada Juliet sebagai karakter. Saya hanya membayangkannya melamun di balkon, dan itu biasa saja,” ujarnya. Keraguan itu mendorongnya untuk bertanya, “Apakah ada yang lebih dari ini?”
Namun, setelah membaca naskah lebih dalam, Sink berubah pikiran. Ia mendapati bahwa Juliet memiliki dunia batin yang kaya, terutama terlihat dalam monolog-monolognya. “Dia banyak berbicara sendirian. Saya tertarik pada kenyataan bahwa dia memiliki gagasan-gagasan besar, namun sebagian besar hidup dalam isolasi. Dari situlah ia mengembangkan ketahanan dan kecerdasan emosional, serta menjadi hiburan dan teman bagi dirinya sendiri,” jelas Sink.
Kesamaan itu semakin terasa ketika Sink mengaku sebagai pribadi yang kerap menghabiskan waktu sendirian. “Sebagai seseorang yang sering menyendiri, saya merasa, ‘Oh, ternyata saya sangat relate dengan itu’,” katanya. Pengakuan ini memberi dimensi baru pada interpretasi Juliet yang selama ini lebih dikenal sebagai simbol cinta romantis belaka.
Sink yang juga dikenal lewat perannya sebagai Max Mayfield di Stranger Things menegaskan bahwa kecintaannya pada teater tak pernah pudar. “Saya pikir teater akan selalu menjadi prioritas bagi saya. Saya juga suka syuting TV, dan masih banyak yang ingin saya lakukan di ranah itu, tapi pekerjaan yang saya selesaikan dalam dua pertunjukan terakhir terasa… entahlah, terasa tepat,” ungkapnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa gelombang panas baru-baru ini di London sempat mengganggu konsentrasi penonton. “Minggu lalu berat, karena saya bisa merasakan energi penonton terus menurun. Saya seperti, ‘Ya Tuhan, tolong, tetap bersama kami. Saya di sini bersama kalian, sungguh!’”
Bagi penikmat teater di Indonesia, pengakuan Sink ini menjadi pengingat bahwa tokoh klasik sekalipun bisa memiliki relevansi personal. Di tengah maraknya konten digital, panggung teater tetap menawarkan pengalaman intim yang sulit ditiru. Pertanyaannya, mampukah industri teater Tanah Air menciptakan momen serupa yang membuat aktor dan penonton sama-sama merasa terhubung?



