Sadie Sink Akhiri Era Stranger Things dengan Perasaan Campur Aduk
Baca dalam 60 detik
- Sadie Sink mengaku menangis saat menonton adegan akhir Stranger Things bersama sang adik.
- Aktris 24 tahun itu merasa dilindungi dari tekanan popularitas selama syuting serial Netflix tersebut.
- Setelah Stranger Things, ia membintangi panggung West End Romeo and Juliet dan akan kembali ke New York.

Bagi Sadie Sink, mengucapkan selamat tinggal pada Stranger Things bukanlah momen yang mudah. Aktris yang memerankan Max Mayfield itu mengaku perasaannya campur aduk saat menyaksikan episode terakhir serial Netflix yang membesarkan namanya.
Dalam wawancara dengan majalah Nylon, Sadie menceritakan pengalaman emosionalnya menonton finale bersama sang adik. "Saya menontonnya bersama adik saya, dia mulai menangis, lalu saya ikut menangis. Dia (ayah mereka) melihat kami dan bertanya, 'Kalian menangis?!'" ujar Sadie. Ia menyebut momen itu benar-benar bittersweet, mengingat Stranger Things telah menjadi bagian dari hidupnya selama satu dekade.
Serial yang tayang sejak 2016 itu memang menjadi batu loncatan karier Sadie. Bergabung di musim kedua, ia berhasil mencuri perhatian lewat karakter Max yang kompleks. Selama delapan tahun, Sadie tumbuh bersama para pemain lain seperti Millie Bobby Brown, Finn Wolfhard, dan Noah Schnapp. "Semua hal baik pasti berakhir," katanya merenung.
Usai meninggalkan Hawkins, Sadie langsung menyibukkan diri dengan proyek teater. Ia membintangi panggung West End dalam produksi Romeo and Juliet. Aktris yang kini berusia 24 tahun itu mengaku jatuh cinta dengan London. "Rasanya seperti sebuah babak baru, benar-benar merasa telah membuat rumah di sini," ungkapnya. Namun, begitu pertunjukan usai, ia akan kembali ke New York. "Kucing-kucing saya sudah siap pulang. Mereka terus memberitahu saya," candanya.
Di balik kesuksesan, Sadie mengakui ada tekanan yang harus dihadapi saat remaja. Dalam wawancara dengan Glamour, ia merasa beruntung karena dilindungi dari hiruk-pikuk popularitas. "Melihat ke belakang, masa remaja saya di lokasi syuting benar-benar terlindungi oleh orang-orang di sekitar saya. Dan juga oleh diri saya sendiri. Saya sangat protektif terhadap jati diri saya," katanya.
Meski demikian, Sadie sempat bergulat dengan perasaan bersalah karena mengeluh di tengah keberuntungan. "Ketika keadaan sulit, ada tekanan atau saya kewalahan, saya merasa tidak bisa membicarakannya karena ini adalah hal luar biasa yang terjadi. Kadang Anda merasa tidak punya hak untuk mengeluh atau berjuang," tuturnya. Pengakuan ini menunjukkan sisi rentan di balik gemerlap industri hiburan.
Bagi penggemar di Indonesia, perjalanan Sadie Sink mungkin menjadi cerminan bagaimana seorang aktor muda menavigasi popularitas dan transisi karier. Stranger Things sendiri memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan berakhirnya serial ini menandai berakhirnya sebuah era bagi banyak penonton. Pertanyaan selanjutnya: apakah Sadie akan kembali ke layar kaca dengan proyek yang sama ikoniknya?



