Pilih Gol Terbaik Piala Dunia 2026: 12 Kandidat dari Fase Grup
Baca dalam 60 detik
- FIFA merilis 12 gol terbaik fase grup Piala Dunia 2026 untuk pemungutan suara publik.
- Total 215 gol tercipta di 72 laga, rekor baru yang memperkuat daya tarik turnamen.
- Pemenang pertama akan diumumkan setelah 48 jam voting, disusul empat putaran berikutnya.

FIFA membuka kesempatan bagi penggemar sepak bola global untuk menentukan gol terbaik yang tercipta selama fase grup Piala Dunia 2026. Sebanyak 12 kandidat telah dipilih dari total 215 gol yang membobol gawang lawan dalam 72 pertandinganโrekor baru untuk babak penyisihan turnamen. Langkah ini menjadi bagian dari ajang Hyundai Goal of the Tournament, yang akan berlangsung dalam beberapa putaran hingga final.
Daftar nominasi tidak hanya dihuni oleh nama-nama besar seperti Lionel Messi dan Kylian Mbappe, tetapi juga pemain dari negara-negara yang jarang menjadi sorotan. Kevin Pina dari Cabo Verde dan Wilson Isidor asal Haiti menjadi contoh bagaimana Piala Dunia kali ini memberi panggung bagi bakat-bakat baru. Setiap gol dinilai berdasarkan teknik, kreativitas, dan momen penting dalam pertandingan.
Proses voting dibagi dalam lima jendela: setelah fase grup, babak 32 besar, 16 besar, perempat final, dan semifinal. Pada setiap tahap, pengguna memiliki waktu 48 jam untuk memilih favorit mereka. Hasil voting pertama akan diumumkan segera setelah jendela pertama ditutup. Mekanisme ini memungkinkan partisipasi aktif dari jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Di antara kandidat yang menonjol, gol Giovanni Reyna dari Amerika Serikat menjadi sorotan karena eksekusi kaki luar yang akurat ke sudut jauh gawang. Sementara itu, gol Ismael Saibari dari Maroko yang melewati dua bek Brasil sebelum melob Alisson Becker juga mendapat pujian. Dari kubu Brasil, Rodrygo mencetak gol spektakuler dari sudut sempit untuk menyelamatkan hasil imbang melawan Maroko. Pemain muda seperti Felix Nmecha (Jerman) dan bintang Haiti, Wilson Isidor, juga masuk daftar berkat penyelesaian klinis mereka.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, ajang ini bisa menjadi referensi untuk mengapresiasi teknik tinggi para pemain dunia. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara di turnamen ini, gol-gol seperti milik Ritsu Doan (Jepang) yang melibatkan kerja sama tim rapi patut dipelajari. Selain itu, gol spektakuler dari jarak jauh seperti milik Kevin Pina (Cabo Verde) dan Kylian Mbappe (Prancis) menunjukkan bahwa kualitas individu masih menjadi pembeda di level tertinggi.
FIFA berharap inisiatif ini meningkatkan keterlibatan penggemar di era digital. Dengan format voting yang berulang, setiap gol memiliki kesempatan untuk diakui sepanjang turnamen. Pertanyaan besarnya: akankah gol dari pemain negara kecil seperti Haiti atau Cabo Verde mampu mengalahkan popularitas megabintang? Atau justru kerja sama tim seperti gol Jepang yang akan mencuri hati penggemar?



