Bellingham dan Kane Bawa Inggris ke Puncak Grup L, Kalahkan Panama 2-0
Baca dalam 60 detik
- Gol babak kedua dari Jude Bellingham dan Harry Kane memastikan Inggris finis sebagai juara Grup L Piala Dunia 2026.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inggris jelang babak 32 besar, di mana mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
- Jordan Pickford mencatatkan penampilan ke-15 di Piala Dunia, menempatkannya di posisi kedua terbanyak sepanjang sejarah Inggris.

Hujan deras yang mengguyur Stadion New York New Jersey tak mampu meredam ambisi Inggris untuk memastikan posisi puncak Grup L Piala Dunia 2026. Dua gol di babak kedua, masing-masing dari Jude Bellingham dan Harry Kane, mengantarkan The Three Lions menaklukkan perlawanan sengit Panama dengan skor 2-0, Selasa (25/6) waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi penebus atas hasil imbang tanpa gol melawan Ghana di laga sebelumnya. Pelatih Thomas Tuchel melakukan lima perubahan starting eleven, termasuk memberikan debut di Amerika Utara bagi trio Morgan Rogers, Marcus Rashford, dan Bukayo Saka. Keputusan berani itu sempat diragukan saat Panama tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas Inggris sepanjang babak pertama.
Panama, yang pernah dibantai 6-1 oleh Inggris di Piala Dunia 2018, kali ini tampil jauh lebih terorganisir. Mereka nyaris memecah kebuntuan melalui Jose Luis Rodriguez yang memaksa kiper Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang di tiang dekat. Namun, dominasi penguasaan bola Inggris akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62. Bellingham, yang lolos dari kawalan bek, menyambar umpan sudut Saka dengan sepakan voli pertama yang tak mampu dihalau kiper Orlando Mosquera.
Lima menit berselang, giliran Kane yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan silang Bellingham dari sisi kanan, kapten Inggris itu menyundul bola masuk ke gawangโsekaligus menjadi gol ke-11-nya di Piala Dunia, melampaui rekor legenda Gary Lineker. Bagi Kane, gol ini juga mempertegas statusnya sebagai salah satu predator ulung di turnamen empat tahunan tersebut.
Di sisi lain, Panama harus pulang dengan tangan hampa tanpa satu pun poin atau gol, meski mencatatkan dua digit percobaan tembakan. Sebuah gol Jose Fajardo dianulir karena offside pada menit-menit akhir, mengubur harapan mereka untuk meraih hasil positif.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Inggris ini patut dicermati. Dengan skuad yang diisi pemain-pemain muda berbakat seperti Bellingham dan Saka, Inggris menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim unggulan di atas kertas. Tuchel berhasil meramu strategi yang efektif meski harus menghadapi kondisi lapangan yang licin dan lawan yang disiplin. Ini menjadi pelajaran berharga bagi tim-tim Asia, termasuk Indonesia, bahwa konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci di turnamen sebesar Piala Dunia.
Langkah Inggris selanjutnya adalah menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik di babak 32 besar, yang akan digelar di Atlanta pada 1 Juli mendatang. Pertanyaan besarnya: mampukah Kane dan kawan-kawan mempertahankan momentum ini untuk melaju lebih jauh, atau justru akan tersandung oleh kejutan dari tim underdog? Publik sepak bola dunia, termasuk Indonesia, tentu menanti jawabannya.



