Haaland di Piala Dunia 2026: Mesin Gol Norwegia yang Mengubah Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Erling Haaland mencetak gol kemenangan Norwegia atas Pantai Gading di babak 16 besar Piala Dunia 2026, mengantarkan timnya ke perempat final untuk pertama kalinya.
- Dengan 60 gol dalam 53 penampilan internasional, Haaland memiliki rasio gol per pertandingan tertinggi di antara pemain aktif, melampaui Cristiano Ronaldo.
- Jika konsisten, Haaland berpotensi mengoleksi 260 gol internasional pada usia 41 tahun, asalkan Norwegia terus lolos ke turnamen besar.

Erling Haaland kembali menjadi pahlawan bagi Norwegia. Golnya di menit ke-86 mengantarkan tim Skandinavia itu menaklukkan Pantai Gading 2-1 di Dallas, sekaligus mengukir sejarah sebagai kemenangan pertama Norwegia di fase gugur Piala Dunia. Dengan hasil ini, Norwegia menjadi tim Eropa pertama yang melaju ke perempat final, melampaui langkah Jerman dan Belanda yang tersingkir lebih awal.
Gol tersebut mungkin bukan yang terbaik secara teknis—sebuah tendangan menyusur tanah yang nyaris diamankan kiper Yaya Fofana—namun menjadi bukti ketajaman insting Haaland di momen krusial. Sejak turnamen dimulai, pemain berusia 24 tahun itu telah mengoleksi lima gol, hanya kalah dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak. Penampilannya di Piala Dunia ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Haaland hanya subur melawan tim lemah.
Kontribusi Haaland tidak selalu terlihat dominan. Dalam laga melawan Pantai Gading, ia hanya melakukan 10 operan dan 27 sentuhan, hampir setengahnya di area sendiri. Namun, seperti diakui mantan kapten Inggris Wayne Rooney, "Dia tidak banyak terlibat dalam permainan, tapi selalu muncul dengan gol penentu." Pelatih Stale Solbakken menambahkan, "Mencetak lima gol di Piala Dunia untuk negara kecil seperti Norwegia sungguh luar biasa. Saya tidak akan menukarnya dengan siapa pun."
Perbandingan dengan Cristiano Ronaldo mempertegas keistimewaan Haaland. Ronaldo membutuhkan 231 pertandingan untuk mencetak 145 gol internasional (rasio 0,63 per laga), sementara Haaland telah mengemas 60 gol dalam 53 penampilan (rasio 1,13 per laga). Jika Norwegia memainkan sekitar 10 laga per tahun, Haaland berpotensi menyamai rekor Ronaldo dalam tujuh tahun saat usianya 32 tahun. Dalam skenario paling optimistis—dengan asumsi Norwegia lolos ke setiap turnamen besar hingga 2040—ia bisa mengoleksi 260 gol pada usia 41 tahun.
Bagi pembaca Indonesia, pencapaian Haaland menjadi pengingat betapa pentingnya memiliki satu pemain bintang yang mampu mengangkat level tim nasional. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih mencari figur serupa yang bisa menjadi pembeda di ajang sekelas Piala Dunia. Keberhasilan Norwegia, yang sempat absen 28 tahun dari turnamen utama, menunjukkan bahwa satu pemain jenius bisa mengubah nasib sepak bola sebuah negara.
Namun, proyeksi jangka panjang selalu mengandung ketidakpastian. Cedera, penurunan performa, atau kegagalan kualifikasi bisa mengubah lintasan karier Haaland. Yang pasti, untuk saat ini, pemain berjuluk "Viking" itu telah membuktikan diri sebagai predator ulung di panggung terbesar sepak bola. Pertanyaan besarnya: bisakah Norwegia memanfaatkan momentum ini untuk melangkah lebih jauh, atau akankah Brasil menjadi batu sandungan berikutnya?



