George North Tutup Karier dengan Dua Try dan Konversi Perdana: Perpisahan Epik Sang Legenda Rugby
Baca dalam 60 detik
- George North mencetak dua try dan satu konversi untuk Barbarians melawan Wales dalam laga perpisahannya, menutup 16 tahun karier profesional.
- Pemain berusia 34 tahun itu mengakhiri pengabdiannya bersama Wales dengan 121 caps dan 47 try, serta dua tur bersama British and Irish Lions.
- North mengaku ingin tetap terlibat di dunia rugby meski belum pasti perannya, dan akan menikmati liburan bersama keluarga setelah pensiun.

George North mengakhiri karier profesionalnya dengan cara yang tak terlupakan. Dalam laga perpisahannya bersama Barbarians melawan Wales di Allianz Stadium, Twickenham, Sabtu (22/7/2025), pemain sayap berusia 34 tahun itu mencetak dua try dan—yang paling mengejutkan—mengeksekusi konversi pertamanya sepanjang karier. Momen itu menjadi penutup sempurna bagi perjalanan 16 tahun yang telah mengukir namanya sebagai salah satu ikon rugby Wales.
North masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-47 dan langsung mencuri perhatian. Dengan sentuhan pertamanya, ia menerobos tekel Dan Edwards dan Ellis Mee, mengingatkan publik pada masa jayanya. "Saya panik, saya terus berlari. Itu seperti momen Forrest Gump," ujarnya seusai pertandingan. Dua try tersebut, ditambah konversi yang sukses, membuatnya mencetak total 12 poin untuk Barbarians—meski Wales akhirnya menang tipis 33-31.
Bagi North, momen itu terasa istimewa karena ia nyaris tidak mendapat kesempatan berpamitan. Setelah pensiun dari tim nasional Wales pada Maret 2024, ia mengira kariernya telah usai. Namun undangan dari Barbarians memberinya panggung terakhir. "Saya akan menggigit tangan Anda jika ditawari skenario seperti ini. Satu-satunya yang lebih baik adalah mencetak tiga try di Cardiff, tapi Anda tidak bisa mendapatkan segalanya," katanya sambil tersenyum.
Karier North tidak hanya gemilang di level internasional. Ia juga menjadi andalan di klub-klub seperti Scarlets, Northampton Saints, dan Ospreys. Namun warisannya paling terasa di tim nasional Wales, di mana ia menjadi pemain termuda yang mencapai 50 caps dan memegang rekor try terbanyak kedua setelah Shane Williams. Pelatih Wales Steve Tandy menyebutnya sebagai "duta besar yang luar biasa" dan "salah satu pemain legendaris" negara itu.
Meski pensiun, North tidak menutup pintu untuk tetap berkecimpung di dunia rugby. "Saya akan membantu para pemain Wales jika mereka membutuhkan, saya hanya satu panggilan telepon jauhnya," ujarnya. Namun untuk saat ini, prioritasnya adalah berlibur bersama keluarga. "Ini pertama kalinya saya benar-benar berhenti tanpa harus memikirkan cedera. Saya hanya ingin bersantai," tambahnya.
Kapten Barbarians, Faf de Klerk, memuji North sebagai "pria sejati" dan "legenda rugby". Sementara pelatih Barbarians Scott Robertson menyebutnya sebagai "seseorang yang penuh kelas, pemain hebat, dan seorang gentleman". Perpisahan yang emosional ini menjadi pengingat bahwa bahkan bintang terbesar pun harus mengakhiri perjalanannya—dan North melakukannya dengan gemilang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah North mengambil peran kepelatihan atau menjadi mentor bagi generasi berikutnya? Dengan pengalaman dan kepribadiannya, ia memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan rugby Wales. Namun untuk saat ini, ia pantas menikmati momen tenang setelah 16 tahun menghibur dunia.



