Duel Lima Set: Jakub Mensik Lolos Dramatis ke Babak Kedua Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Unggulan ke-15 Jakub Mensik menang 7-6 di set kelima setelah nyaris tersingkir oleh petenis Inggris peringkat 123, Toby Samuel.
- Petenis Ceko berusia 20 tahun itu menunjukkan mental baja meski mengalami kram dan kesulitan fisik di set penentuan.
- Kekalahan Samuel menambah daftar panjang kegagalan petenis tuan rumah: 15 dari 19 wakil Inggris sudah tersingkir di babak pertama.

Jakub Mensik, unggulan ke-15 asal Ceko, nyaris menjadi korban kejutan di hari pertama Wimbledon setelah dipaksa bertarung lima set oleh pemain wildcard Inggris, Toby Samuel. Dalam laga yang berlangsung di Court Three, Selasa (30/6) waktu setempat, Mensik akhirnya menang 5-7, 6-3, 6-3, 3-6, 7-6(7) setelah melalui tiebreak dramatis di set pamungkas.
Petenis berusia 20 tahun yang menembus semifinal Prancis Terbuka 2025 itu mengakui pertandingan berjalan sangat berat. "Toby bermain luar biasa, seperti yang ia tunjukkan di Eastbourne pekan lalu. Ia tidak memberi saya poin gratis," ujar Mensik seusai laga. Ia bersyukur bisa melewati rintangan pertama dan melaju ke babak kedua.
Samuel, yang berada di peringkat 123 dunia, tampil percaya diri sejak awal. Ia merebut set pertama setelah Mensik melakukan double fault. Namun, Mensik bangkit dan mendominasi dua set berikutnya dengan permainan agresif. Samuel kembali bangkit di set keempat dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Di set kelima, Samuel sempat unggul 3-1 dan membuat publik tuan rumah bersorak. Namun, Mensik yang tampak mengalami kram dan masalah pada lengannya mampu membalikkan keadaan dengan memenangkan empat game beruntun untuk unggul 5-3. Saat akan meladeni servis untuk kemenangan, ia justru kehilangan konsentrasi dan membiarkan Samuel menyamakan kedudukan hingga memaksa tiebreak 10 poin.
Tiebreak berjalan ketat. Mensik mendapat mini-break lewat poin yang dibangun dengan cermat, lalu mencapai tiga match point setelah Samuel melakukan double fault. Samuel menyelamatkan satu, tetapi Mensik mengakhiri perlawanan dengan servis keras. Ia menunjuk ke kepalanya saat berjalan ke net, menandakan kemenangan diraih berkat ketenangan mental.
"Saya unggul dua set banding satu, lalu tiba-tiba masuk set kelima. Saat meladeni untuk kemenangan 5-3, ia kembali dengan beberapa pukulan beruntung. Menakutkan bagaimana dalam satu detik segalanya bisa berubah," kata Mensik.
Kekalahan Samuel menambah daftar panjang kegagalan petenis tuan rumah. Dari 19 wakil Inggris yang memulai turnamen di babak pertama, 15 di antaranya sudah angkat koper. Ini menjadi pukulan berat bagi harapan publik Inggris yang mendambakan juara lokal sejak Andy Murray.
Bagi pecinta tenis Indonesia, performa Mensik layak dicermati. Ia dianggap sebagai salah satu calon bintang masa depan. Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius di turnamen-turnamen besar mendatang. Pertanyaan besarnya: bisakah Mensik mempertahankan performa ini hingga pekan kedua Wimbledon?



