Sergio Garcia Kembali Gagal Lolos ke The Open: Mimpi Buruk di West Lancashire
Baca dalam 60 detik
- Sergio Garcia untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir absen dari The Open Championship setelah gagal di kualifikasi West Lancashire.
- Pebalap Spanyol itu sempat memukau dengan skor 60 di ronde pertama, namun ronde kedua yang buruk (75) membuatnya terlempar dari lima slot kualifikasi.
- Kegagalan ini menambah daftar panjang pemain top yang absen, termasuk Danny Willett dan Matt Wallace, sementara Sam Bairstow menjadi yang teratas di venue tersebut.

Kegagalan kembali menghampiri Sergio Garcia. Pebalap asal Spanyol itu dipastikan absen dari The Open Championship di Royal Birkdale bulan depan setelah gagal melewati babak kualifikasi di West Lancashire. Ini menjadi kali ketiga dalam empat tahun terakhir ia tidak tampil di major tertua dunia tersebut.
Garcia, yang kini berusia 46 tahun, sebenarnya memulai dengan gemilang. Ia mencatatkan skor 60 pada ronde pertamaโhanya satu stroke di atas rekor lapanganโdan berada dalam posisi kuat untuk merebut salah satu dari lima tiket kualifikasi yang tersedia. Namun, ronde kedua yang buruk dengan skor tiga-over 75 membuatnya terlempar jauh dari persaingan. Ia finis di luar lima besar, gagal memanfaatkan momentum awal yang sempurna.
Kegagalan Garcia bukan satu-satunya kejutan. Dua mantan juara Masters, Danny Willett (2016) dan Matt Wallace, juga gagal lolos di venue yang sama. Willett, yang pernah menjadi sorotan setelah kemenangannya di Augusta, belum mampu menemukan kembali performa terbaiknya. Sementara itu, Sam Bairstow, pebalap asal Sheffield, justru menjadi bintang dengan memuncaki klasemen di angka 10 under par, mengamankan tempatnya di The Open ke-154.
Kegagalan Garcia menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan di kualifikasi The Open. Meski memiliki pengalaman sebagai runner-up pada 2007 dan 2014, serta gelar Masters 2017, konsistensi menjadi musuh terbesarnya. Di usia yang tidak lagi muda, peluang untuk kembali ke panggung major semakin terbatas. Analis golf menilai bahwa tekanan mental dan fisik menjadi faktor utama di balik penampilan tidak stabil Garcia dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi penggemar golf di Indonesia, absennya nama-nama besar seperti Garcia, Willett, dan Wallace mengurangi daya tarik The Open tahun ini. Namun, munculnya wajah-wajah baru seperti Sam Bairstow dan Jack McDonald memberikan harapan akan regenerasi. Turnamen ini juga menjadi ajang bagi pebalap amatir seperti David Howard dan Nevill Ruiter untuk unjuk gigi di panggung global. Pertanyaannya, akankah salah satu dari mereka mampu menembus papan atas di Royal Birkdale?
Dengan 20 pebalap yang berhasil lolos dari empat venue kualifikasi, The Open 2024 dipastikan akan dihuni oleh kombinasi pemain berpengalaman dan pendatang baru. Namun, tanpa kehadiran Garcia, turnamen ini kehilangan salah satu karakternya yang paling flamboyan. Mampukah ia bangkit di masa depan, atau akankah ini menjadi akhir dari perjalanannya di major?



