Tuchel Rotasi Besar-besaran: Inggris vs Panama, Quansah Debut di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Thomas Tuchel melakukan lima perubahan di starting XI Inggris saat menghadapi Panama di laga pamungkas Grup L.
- Bek muda Jarell Quansah mendapat kesempatan debut sebagai starter menggantikan Reece James yang cedera.
- Laga ini menjadi ajang uji coba skuad lapis kedua Inggris menjelang fase gugur, sementara Panama sudah tersingkir.

EAST RUTHERFORD, New Jersey β Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, melakukan lima perubahan besar pada susunan pemain saat menghadapi Panama dalam laga terakhir Grup L Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6). Keputusan ini diambil setelah The Three Lions memastikan tiket ke babak knockout, sementara Panama sudah dipastikan gagal melaju.
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah debut starter Jarell Quansah, bek muda Liverpool yang menggantikan Reece James yang mengalami cedera. Quansah, yang sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti, kini mendapat kepercayaan penuh dari Tuchel untuk mengisi posisi bek kanan. Langkah ini menunjukkan bahwa Tuchel tidak ragu memberikan menit bermain kepada pemain muda di tengah tekanan turnamen.
Selain Quansah, Marcus Rashford juga masuk sebagai starter menggantikan Anthony Gordon di sisi kiri serangan. Bukayo Saka kembali ke posisi sayap kanan menggantikan Noni Madueke, sementara Morgan Rogers dipercaya mengisi lini tengah menggantikan Declan Rice. Tuchel tampaknya ingin memanfaatkan laga ini untuk menguji kedalaman skuad sekaligus menjaga kebugaran pemain inti menjelang fase gugur.
Di sisi lain, Panama kembali harus bermain tanpa gelandang andalan mereka, Adalberto Carrasquilla, yang masih dibekap cedera otot. Carrasquilla sebelumnya juga absen pada laga sebelumnya, dan ketidakhadirannya jelas melemahkan lini tengah Panama. Pelatih Panama, Thomas Christiansen, harus meracik strategi tanpa pemain kreatifnya di tengah dominasi Inggris yang diperkirakan akan menekan sejak awal.
Bagi Indonesia, laga ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya rotasi pemain di turnamen besar. Timnas Indonesia, yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi internasional, dapat mencontoh bagaimana Tuchel mengelola kebugaran pemain tanpa mengorbankan performa tim. Keputusan untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Quansah juga menunjukkan bahwa investasi pada regenerasi pemain sangat krusial.
Inggris diperkirakan akan mendominasi pertandingan dengan formasi menyerang. Tuchel menginstruksikan anak asuhnya untuk menghancurkan blok rendah Panama yang kerap bertahan rapat. Dengan kecepatan Rashford dan Saka di sisi sayap, serta kreativitas Jude Bellingham di lini tengah, Inggris diprediksi akan mencetak banyak gol. Sementara itu, Panama hanya bisa berharap pada serangan balik cepat melalui Tomas Rodriguez dan Edgar Barcenas.
Pertandingan ini juga menjadi momentum bagi Jordan Pickford untuk mendekati rekor Peter Shilton sebagai kiper dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia untuk Inggris. Pickford kini mengoleksi 15 penampilan, hanya terpaut dua laga dari Shilton yang memegang rekor 17 penampilan. Jika Inggris melaju jauh, bukan tidak mungkin Pickford akan memecahkan rekor tersebut.
Ke depan, hasil laga ini akan menjadi tolok ukur kesiapan skuad lapis kedua Inggris. Apakah Tuchel akan mempertahankan formasi ini di babak knockout atau kembali ke tim inti? Pertanyaan itu hanya akan terjawab setelah laga melawan Panama usai.



