Kontrak Paul Pogba di Monaco Terancam Putus: Karier Gelandang Prancis Kembali di Persimpangan
Baca dalam 60 detik
- Pembicaraan pemutusan kontrak antara Paul Pogba dan Monaco dilaporkan memasuki tahap final, membuka peluang hengkangnya gelandang asal Prancis itu sebelum musim berakhir.
- Perubahan pelatih di kursi kepelatihan Monaco menjadi pemicu utama ketidakpastian masa depan Pogba, yang baru bergabung pada musim panas 2025.
- Keputusan ini akan menjadi ujian lain bagi Pogba setelah kembali dari sanksi doping, sekaligus menentukan arah kariernya di papan atas sepak bola Eropa.

Kabar mengejutkan datang dari Ligue 1: Paul Pogba dikabarkan akan segera berpisah dengan AS Monaco. Negosiasi pemutusan kontrak antara pemain berusia 32 tahun itu dan klub tengah berlangsung, dan sumber internal menyebut kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat. Langkah ini menandai babak baru yang penuh ketidakpastian bagi sang gelandang, yang baru menghabiskan enam bulan di klub asal Kerajaan Monako tersebut.
Pogba bergabung dengan Monaco pada Juni 2025 dengan kontrak dua tahun, setelah resmi diizinkan kembali bermain pada Maret 2025. Sebelumnya, ia menjalani sanksi larangan bertanding selama 18 bulan akibat kasus doping yang sempat membuatnya dihukum empat tahun. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemudian meringankan hukuman tersebut, memberi kesempatan kedua bagi pemenang Piala Dunia 2018 itu untuk membuktikan diri di panggung elite Eropa.
Namun, perjalanan Pogba di Monaco tidak mulus. Musim pertamanya diganggu cedera, dan ia baru mencatatkan enam penampilan. Harapan untuk tampil reguler di musim ini pun kembali redup setelah terjadi pergantian pelatih. Filipe Luis, yang baru mengambil alih kursi kepelatihan dari Sebastien Pocognoli, dikabarkan memiliki visi berbeda untuk lini tengah, dan nama Pogba tampaknya tidak masuk dalam rencana jangka panjangnya.
Keputusan untuk memutus kontrak lebih awal tentu bukan tanpa risiko. Di usia yang tidak lagi muda, Pogba harus segera menemukan klub baru jika ingin menjaga ritme pertandingan. Namun, di sisi lain, kebebasan untuk memilih klub yang lebih sesuai dengan gaya bermainnya bisa menjadi keuntungan tersendiri. Beberapa klub di Eropa, terutama yang membutuhkan pengalaman di lini tengah, dikabarkan mulai memantau situasinya.
Bagi pengamat sepak bola, situasi ini menjadi cermin betapa rapuhnya karier seorang pemain di level tertinggi. Setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera dan hukuman doping, Pogba kembali dihadapkan pada ketidakpastian. Pertanyaannya, apakah ia masih memiliki motivasi dan fisik untuk bersaing di kompetisi seketat Ligue 1 atau liga top Eropa lainnya? Atau justru ia akan memilih petualangan baru di liga yang lebih longgar, seperti Amerika Serikat atau Timur Tengah?
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kabar ini tentu menarik untuk diikuti. Pogba adalah salah satu nama besar yang pernah menghiasi layar kaca saat Piala Dunia 2018. Kepindahannya ke klub baru, atau bahkan keputusan untuk pensiun, akan menjadi sorotan media dan bahan diskusi hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Selain itu, dinamika transfer pemain bintang seperti ini kerap menjadi inspirasi bagi para pemain muda Indonesia untuk terus berjuang menembus level profesional.
Menurut sumber yang dekat dengan negosiasi, pembicaraan berjalan intensif dan diharapkan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Namun, pihak Monaco belum memberikan pernyataan resmi apa pun terkait masa depan Pogba.
Jika kesepakatan pemutusan kontrak benar-benar terjadi, Monaco akan menghemat beban gaji yang cukup besar. Sementara itu, Pogba akan memiliki kebebasan untuk menentukan langkah berikutnya. Namun, satu hal yang pasti: keputusan ini akan menjadi penentu apakah karier Pogba masih memiliki kilau atau justru meredup di penghujung kariernya. Akankah ia mampu membalikkan keadaan lagi, seperti yang ia lakukan setelah kasus doping? Atau justru ini menjadi akhir dari perjalanan panjangnya di sepak bola Eropa?



