Roma Ubah Skema Transfer Mora: Pinjam €7 Juta, Opsi Beli €43 Juta
Baca dalam 60 detik
- Klub ibu kota Italia merevisi tawaran untuk wonderkid Porto, Rodrigo Mora, menjadi pinjaman satu musim senilai €7 juta dengan opsi pembelian €43 juta.
- Skema baru ini dirancang untuk mengurangi risiko finansial Roma, dengan kewajiban membeli hanya jika target prestasi dan jumlah penampilan terpenuhi.
- Kesepakatan ini bisa menjadi preseden bagi klub-klub Eropa dalam merekrut pemain muda berbakat tanpa harus mengeluarkan dana besar di awal.

AS Roma kembali mengubah pendekatan mereka dalam upaya mendatangkan Rodrigo Mora dari FC Porto. Menurut laporan Sky Sport Italia, klub Serie A itu kini menawarkan skema pinjaman senilai €7 juta untuk satu musim, dengan opsi pembelian yang dapat menjadi kewajiban sebesar €43 juta pada Juni 2027. Total nilai transfer yang disepakati mencapai €50 juta, angka yang sama dengan permintaan awal Porto.
Perubahan formula ini menjadi sorotan karena sebelumnya Roma dikabarkan hampir menyepakati pembelian 50 persen hak ekonomi Mora seharga €25 juta, dengan opsi membeli sisa 50 persen lainnya di akhir musim dengan nilai yang sama. Namun, negosiasi yang alot membuat kedua klub mencari jalan tengah yang lebih fleksibel, terutama dalam hal jadwal pembayaran dan jaminan kepastian transfer.
Bagi Roma, skema baru ini memberikan keuntungan strategis. Mereka tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal, cukup €7 juta untuk meminjam Mora selama semusim. Opsi pembelian baru akan dieksekusi jika Mora memenuhi sejumlah kondisi, seperti jumlah penampilan dan target tim, misalnya lolos ke kompetisi Eropa. Dengan demikian, Roma terhindar dari risiko mengucurkan dana €25 juta tanpa kepastian pemain tersebut akan bertahan lama.
Di sisi lain, Porto menginginkan jaminan bahwa kesepakatan ini akan berujung pada transfer permanen. Mereka juga menolak keras klausul pembelian kembali (buy-back) yang sempat menjadi perdebatan. Bagi klub Portugal tersebut, Mora adalah aset berharga yang telah ditempa di akademi mereka, dan mereka ingin memastikan nilai jualnya tetap tinggi di masa depan.
Mora, yang baru berusia 19 tahun, dikenal sebagai pemain dengan posisi trequartista yang gemar melebar ke sisi lapangan. Gaya bermainnya yang kreatif dianggap cocok untuk menambah daya serang Roma di bawah arahan Gian Piero Gasperini. Namun, di Porto, ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler karena skema yang diterapkan pelatih Francesco Farioli kurang sesuai dengan karakteristiknya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa kini semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk pemain muda. Tren ini sejalan dengan upaya PSSI dan klub-klub Liga 1 yang mulai fokus pada pengembangan pemain muda, meski dengan skala yang jauh berbeda. Jika Mora berhasil bersinar di Roma, hal ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemain muda Indonesia untuk menembus kompetisi Eropa.
Kesepakatan ini juga menyoroti pentingnya negosiasi yang cermat dalam transfer pemain. Roma, yang sebelumnya kerap dikritik karena pembelian mahal yang tidak sepadan, kini mencoba pendekatan yang lebih terukur. Pertanyaannya, apakah Porto akan menerima skema ini? Atau akankah ada klub lain yang siap menebus Mora dengan tawaran lebih sederhana? Keputusan akhir akan menjadi ujian bagi kedua klub dalam menjaga kepentingan masing-masing.



