Kebakaran Dini Hari Melanda Gedung Biro Kesra Kalteng, Gubernur Janji Evaluasi
Baca dalam 60 detik
- Api melahap hampir seluruh ruangan Biro Kesra Setda Kalteng di kompleks kantor gubernur pada Rabu dini hari, memaksa aktivitas perkantoran dialihkan sementara.
- Gubernur Agustiar Sabran memastikan akan mengevaluasi kejadian ini, sementara penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang.
- Peristiwa ini menjadi alarm bagi penguatan protokol keselamatan gedung pemerintahan di daerah, terutama yang menyimpan dokumen-dokumen penting.

Kebakaran melanda gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah di kompleks kantor gubernur, Palangka Raya, pada Rabu dini hari. Api pertama kali diketahui sekitar pukul 02.10 WIB dan dengan cepat melahap hampir seluruh ruangan, memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran pemerintah maupun swadaya.
Peristiwa ini bukan sekadar kerugian materiil; ia menyingkap kerentanan infrastruktur perkantoran publik di daerah. Biro Kesra, yang selama ini menangani urusan kesejahteraan rakyat, kini harus beroperasi dari tempat lain. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang langsung meninjau lokasi, menyatakan akan mengevaluasi kejadian ini dan memastikan biro tersebut akan dipindahkan sementara.
Kepala Biro Kesra Setda Kalteng, Rus'ansyah, mengungkapkan bahwa hampir semua ruangan terdampak, termasuk ruang kepala biro, kepala bagian, kepala subbagian, dan ruang staf. Ia mengakui bahwa belum dapat memastikan barang atau dokumen yang bisa diselamatkan. Pemeriksaan menyeluruh baru bisa dilakukan setelah api benar-benar padam dan proses investigasi kepolisian selesai.
Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemadaman, sementara investigasi penyebab kebakaran akan diserahkan kepada pihak berwenang. Hingga pukul 04.25 WIB, api tampak sudah berhasil dipadamkan, namun petugas masih bersiaga di lokasi untuk mencegah kemungkinan munculnya titik api baru.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan instansi pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan penyimpanan arsip dan dokumen penting. Bagi Kalimantan Tengah, yang tengah gencar mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan, insiden ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur fisik tetap menjadi tulang punggung operasional birokrasi.
Agustiar Sabran, yang dikenal dekat dengan isu-isu kesejahteraan rakyat, dihadapkan pada tantangan untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu. Pertanyaan besarnya kini: seberapa cepat pemerintah provinsi dapat memulihkan operasional Biro Kesra dan memastikan dokumen-dokumen penting tidak hilang? Langkah evaluasi yang dijanjikan gubernur akan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.



