Harta Karun Nintendo: 97 Kartrid Super Mario Pristine Ditemukan di Gudang Wisconsin, Siap Lelang
Baca dalam 60 detik
- Kolektor Nintendo Jason Ganos menemukan 97 kartrid Super Mario Bros. Duck Hunt yang belum pernah beredar, diproduksi tahun 1993โdua tahun setelah produksi resmi dihentikan.
- Lima dari kartrid tersebut mendapat nilai sempurna 10 dari Professional Sports Authenticator, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk kartrid NES.
- Lelang online akan berlangsung mulai Jumat hingga 9 September, dengan tiga kartrid nilai 10 dilepas, dan sisanya disimpan untuk koleksi pribadi serta lelang amal.

Sebuah kotak kartrid Nintendo yang terlupakan di gudang toko barang bekas di Wisconsin, Amerika Serikat, ternyata menyimpan harta karun yang mengguncang dunia kolektor gim. Sebanyak 97 kartrid Super Mario Bros. Duck Hunt dalam kondisi "sangat mulus" ditemukan, dan sebagian besar akan dilelang secara daring mulai Jumat pekan ini.
Penemuan ini berawal dari obrolan santai antara pemilik toko One Stop Wonders di Waukesha, Kevin Braun, dengan kolektor ternama Jason Ganos. Braun menyebut ada sekotak kartrid Mario yang sudah bertahun-tahun mengendap di gudangnya. Ganos, yang juga pengelola situs Nintendo Wire, langsung tergerak untuk memeriksanya. Hasilnya di luar dugaan: kartrid-kartrid itu bukan sekadar barang lama, melainkan varian yang belum pernah tercatat sebelumnya, bahkan menjadi bukti produksi terakhir dari gim legendaris tersebut.
Yang membuat temuan ini semakin langka adalah fakta bahwa kartrid-kartrid itu diproduksi pada 1993, padahal Nintendo telah menghentikan produksi bundel Super Mario Bros. Duck Hunt sejak 1991. Para kolektor dan ahli masih gamang menjelaskan alasan produksi tersebut. Dugaan sementara, kartrid-kartrid ini adalah sisa garansi atau bagian dari kerja sama dengan peritel yang batal terlaksana. Namun, ketidakpastian ini justru menambah daya tarik dan nilai sejarahnya.
Ganos, yang dikenal sebagai penggemar berat Nintendo dengan tato di sekujur tubuhnya, mengaku tak berani memperkirakan nilai jualnya. Namun, ia tak ragu menyebut kartrid-kartrid ini sebagai "cawan suci" dunia gim. "Rasanya seperti menemukan harta karun yang tak ternilai," ujarnya. Untuk memastikan keaslian dan kondisinya, Ganos terbang ke California dengan membawa 97 kartrid di tas kabinnya, melewati pemeriksaan keamanan bandara dengan jantung berdebar.
Di California, para ahli dari Professional Sports Authenticator (PSA) melakukan verifikasi dan penilaian. Hasilnya mencengangkan: lima dari 97 kartrid mendapat skor sempurna 10, sebuah prestasi yang belum pernah terjadi untuk kartrid NES. "Ini akan menjadi momen bersejarah. Gim ini adalah bagian dari masa kecil banyak orang, dan belum pernah ada kartrid NES yang mendapat nilai 10," kata Ganos. Kelima kartrid dengan nilai sempurna itu rencananya akan dilelang, sementara Ganos dan Braun masing-masing menyimpan satu untuk koleksi pribadi.
Fenomena ini mengingatkan pada pasar barang koleksi di Indonesia, yang juga memiliki komunitas penggemar gim retro yang cukup aktif. Meski tidak seramai di Jepang atau Amerika, para kolektor di Tanah Air kerap memburu gim-gim lawas, terutama yang berstatus langka. Harga kartrid Nintendo asli di pasar daring Indonesia bisa mencapai jutaan rupiah, dan temuan seperti ini berpotensi memicu minat baru terhadap gim retro. Namun, para kolektor lokal juga diingatkan untuk waspada terhadap barang tiruan yang marak beredar.
Ganos dan Braun berencana menggelar lelang amal setelah lelang utama selesai. Mereka berharap temuan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga merayakan nostalgia dan sejarah industri gim. "Menemukan barang yang belum pernah beredar itu sangat mendebarkan. Gim ini adalah gim pertama yang pernah saya mainkan," tutur Ganos. Dengan nilai historis dan kelangkaannya, lelang ini diprediksi akan menyedot perhatian kolektor global. Pertanyaannya, akankah ada pembeli yang bersedia membayar harga selangit untuk sebuah kartrid yang tampak seperti barang usang?



