Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti, Gakpo Cetak Gol di Tengah Duka
Baca dalam 60 detik
- Maroko mengalahkan Belanda 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Cody Gakpo mencetak gol pembuka untuk Belanda hanya dua hari setelah kehilangan anaknya yang belum lahir.
- Kemenangan ini membawa Maroko ke babak 16 besar melawan tuan rumah Kanada pada 4 Juli di Houston.

Maroko memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui adu penalti yang menegangkan di Stadion Monterrey, Selasa malam. Pertandingan yang berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu itu menjadi panggung drama bagi Cody Gakpo, yang mencetak gol pembuka hanya dua hari setelah mengumumkan kehilangan anaknya yang belum lahir.
Belanda mendominasi penguasaan bola sejak awal, namun justru Maroko yang hampir memecah kebuntuan lebih dulu. Pada menit ke-20, sundulan Neil El Aynaoui memanfaatkan sepak pojok Achraf Hakimi hanya bisa ditepis gemilang oleh kiper Bart Verbruggen. Di masa tambahan waktu babak pertama, Ismael Saibari gagal menjangkau umpan silang Hakimi yang mengancam.
Babak kedua menjadi milik Hakimi. Kapten Maroko itu nyaris mencetak gol setelah tembakan kerasnya membentur tiang gawang. Beberapa menit kemudian, ia kembali melancarkan serangan, tetapi Micky van de Ven berhasil melakukan tekel penyelamatan. Pelatih Belanda Ronald Koeman merespons dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst untuk merebut kembali kendali permainan.
Keputusan Koeman membuahkan hasil pada menit ke-72. Weghorst memenangkan duel udara, lalu melepaskan Crysencio Summerville yang memberikan umpan terobosan kepada Gakpo. Dengan tenang, penyerang Liverpool itu menaklukkan kiper Yassine Bounou. Gol tersebut menjadi yang keenam bagi Gakpo di Piala Dunia, menyamai catatan legenda Belanda Johnny Rep yang mengoleksi tujuh gol.
Belanda tampak akan melaju mulus, namun Maroko punya rencana lain. Hanya semenit sebelum waktu normal berakhir, pemain pengganti Issa Diop melompat tinggi menyundul umpan silang Chemsdine Talbi untuk memaksa perpanjangan waktu. Di masa tambahan, Verbruggen kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan luar biasa dari tembakan Soufiane Rahimi.
Adu penalti menjadi mimpi buruk bagi Belanda. Kedua tim sama-sama gagal dua kali, tetapi Bounou menjadi pahlawan dengan menepis tendangan Summerville. Saibari kemudian mengeksekusi penalti penentu yang membawa Maroko melaju. Bek Maroko, Noussair Mazraoui, memuji lawan dan timnya: "Lawan yang sangat tangguh, salah satu yang terbaik di dunia. Cara kami menang hari ini adalah pengakuan besar bagi kami sebagai tim nasional."
Bagi Indonesia, kemenangan Maroko menjadi pengingat bahwa tim non-unggulan mampu bersaing di panggung terbesar sepak bola. Dengan populasi Muslim yang besar, performa Maroko juga mendapat sorotan positif di tanah air. Pertandingan melawan Kanada pada 4 Juli akan menjadi ujian berikutnya bagi Singa Atlas untuk membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai kuda hitam turnamen.
Pertanyaan kini mengemuka: mampukah Maroko melanjutkan kejutan dan menembus perempat final? Ataukah Kanada, yang tampil di hadapan pendukung sendiri, akan menghentikan langkah mereka? Satu hal yang pasti, Piala Dunia 2026 terus menyajikan drama yang tak terduga.



