Messi Cadangan Lawan Yordania, Scaloni Beri Kejutan di Laga Pamungkas Grup F
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengonfirmasi Lionel Messi akan memulai laga melawan Yordania dari bangku cadangan pada Sabtu.
- Keputusan ini diambil setelah Argentina memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai pemuncak grup, dengan Messi mencetak lima gol dalam dua laga sebelumnya.
- Scaloni menegaskan rotasi bukan berarti meremehkan lawan, melainkan memberi kesempatan pemain lain yang layak tampil.

Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, memastikan bahwa megabintang Lionel Messi tidak akan menjadi starter saat juara bertahan Piala Dunia itu menghadapi Yordania dalam laga terakhir Grup F di Stadion Dallas, Sabtu (28/6). Keputusan ini diumumkan Scaloni dalam konferensi pers jelang pertandingan, menjawab pertanyaan dari jurnalis radio Argentina berusia 91 tahun, Enrique Macaya Marquez, yang sedang meliput Piala Dunia ke-18 kalinya.
"Leo akan duduk di bangku cadangan. Saya menjawab karena Anda layak mendapat jawaban jujur. Leo akan masuk sedikit lebih lambat," ujar Scaloni. Messi menjadi tumpuan utama Argentina di fase grup dengan mencetak seluruh lima gol tim dalam kemenangan atas Aljazair dan Austria. Namun, Argentina telah memastikan tempat di babak gugur sebagai pemuncak grup, sehingga Scaloni memanfaatkan laga terakhir untuk merotasi skuad.
Scaloni membantah anggapan bahwa ia menurunkan tim lemah dengan fokus pada babak gugur. "Mereka yang bermain besok layak bermain, mereka bagian dari tim. Semua usaha yang kami lakukan dalam latihan adalah karena mereka. Saya ingin memberi semua orang menit bermain dan ketika ada kesempatan, saya lakukan karena mereka pantas mendapatkannya," tegas Scaloni. Ia menambahkan bahwa setiap pemain yang mengenakan jersey Argentina harus memberikan yang terbaik, terlepas dari signifikansi pertandingan.
Di sisi lain, Yordania sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun di penampilan perdana mereka di Piala Dunia. Scaloni memperkirakan Yordania akan bermain bertahan dengan formasi lima bek. "Mereka biasanya bermain dengan lima bek, dan kami terbuka pada kemungkinan harus bergerak sedikit berbeda jika menghadapi kesulitan," katanya. Pertandingan ini menjadi ujian bagi kedalaman skuad Argentina sebelum memasuki fase gugur yang lebih berat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, keputusan Scaloni menyimpan pelajaran tentang manajemen skuad di turnamen besar. Timnas Indonesia yang tengah membangun fondasi menuju Piala Dunia 2026 dapat mencontoh pendekatan rotasi tanpa mengorbankan performa tim. Rotasi bukan sekadar memberi istirahat, melainkan juga menjaga kebugaran pemain kunci seperti Messi yang berusia 37 tahun. Pertanyaan besarnya, apakah strategi serupa akan diterapkan Scaloni di babak gugur jika Argentina menghadapi lawan tangguh seperti Brasil atau Prancis?



