Trump Bela Infantino di Tengah Badai Tuduhan: 'Menggantinya Adalah Kesalahan Besar'
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS menyatakan dukungan terbuka untuk ketua FIFA di tengah investigasi internal dan kritik dari federasi sepak bola Amerika Utara.
- Langkah Trump mempertegas perpecahan di kubu FIFA menjelang kongres pemilihan Maret, dengan konfederasi Afrika dan Amerika Selatan berada di sisi Infantino.
- Sikap politik Gedung Putih ini berpotensi memengaruhi arah diplomasi olahraga global dan posisi tawar FIFA dalam isu regulasi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka membela Gianni Infantino di tengah gelombang kritik yang menerpa ketua FIFA tersebut. Dalam unggahan di platform Truth Social, Senin (10/8) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa mengganti Infantino adalah langkah yang keliru dan akan merugikan sepak bola dunia. Pernyataan ini muncul saat Infantino menghadapi tuduhan perselingkuhan di tempat kerja dan kegagalan skema investasi pribadi.
Trump menyebut Infantino sebagai sosok yang "fantastis" dan mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, Piala Dunia 2026 yang baru saja selesai digelar menjadi yang paling sukses sepanjang sejarah, bahkan "empat kali lipat" dari edisi-edisi sebelumnya. "Jika dia pergi, FIFA tidak akan pernah se sukses atau seuntung ini lagi," tulis Trump, menambahkan bahwa memecat Infantino adalah "kesalahan besar". Dukungan ini menjadi kontras dengan sikap Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) yang justru mengkritik Infantino bersama federasi Kanada dan negara-negara Amerika Tengah-Karibia.
Di balik dukungan Trump, terdapat dinamika politik yang lebih kompleks. Infantino, yang akan menghadapi pemilihan kembali pada Maret tahun depan, membantah semua tuduhan dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya sistematis untuk melemahkan FIFA. Organisasi yang dipimpinnya pun memberikan pembelaan, menegaskan bahwa kritik tersebut adalah "upaya terkoordinasi dan berkelanjutan oleh beberapa pihak untuk merusak" institusi. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan CONMEBOL, badan sepak bola Amerika Selatan, justru berada di kubu yang sama dengan Trump, menunjukkan adanya garis pemisah yang jelas di antara anggota FIFA.
Bagi Indonesia, dinamika ini memiliki relevansi yang tidak bisa diabaikan. Sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola yang besar dan ambisi untuk tampil di panggung dunia, arah kepemimpinan FIFA akan memengaruhi kebijakan pengembangan sepak bola nasional. Dukungan Trump terhadap Infantino, yang dikenal dekat dengan kekuatan politik dan bisnis global, dapat memperkuat posisi Infantino dalam menghadapi kritik. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan tata kelola FIFA, yang selama ini menjadi sorotan. Jika Infantino tetap bertahan, Indonesia perlu menjalin komunikasi yang baik dengan FIFA untuk memastikan kepentingan nasional, seperti pembinaan usia muda dan infrastruktur, tetap menjadi prioritas.
Di sisi lain, sikap Trump yang terang-terangan membela Infantino menunjukkan bahwa sepak bola telah menjadi arena diplomasi politik yang penting. Dukungan presiden AS ini tidak hanya soal olahraga, tetapi juga tentang pengaruh dan aliansi geopolitik. Bagi Indonesia, ini adalah pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan juga instrumen soft power yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi di kancah internasional. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan mengambil peran aktif dalam dinamika ini atau hanya menjadi penonton?
Ke depan, keputusan FIFA dalam pemilihan Maret akan menjadi ujian bagi kredibilitas organisasi. Jika Infantino terpilih kembali, ia harus mampu membuktikan bahwa dirinya dapat membersihkan nama baik FIFA dan membawa sepak bola ke arah yang lebih transparan. Namun, jika kritik terus bergulir dan dukungan politik mulai memudar, bukan tidak mungkin Infantino akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Bagi Indonesia, yang sedang giat membangun ekosistem sepak bola, stabilitas kepemimpinan FIFA adalah faktor penting yang perlu dicermati. Akankah Indonesia bersuara dalam percaturan ini, atau hanya akan mengikuti arus?



