Afghanistan Kunci Tiket Piala Dunia 2027, West Indies Kembali ke Jalur Kualifikasi
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan atas Irlandia memastikan Afghanistan lolos otomatis ke Piala Dunia 2027, menyusul delapan tim teratas peringkat ODI.
- West Indies, yang berada di peringkat 10, gagal menembus zona aman dan harus melewati babak kualifikasi untuk ketiga kalinya beruntun.
- Format baru kualifikasi 2027 memberi peluang tim peringkat 2-4 untuk tampil di Super Series, sementara juara langsung melaju ke babak kedua.

Afghanistan memastikan satu tempat di Piala Dunia 2027 setelah mengalahkan Irlandia di Belfast, Senin (11/8). Hasil ini sekaligus memupus harapan West Indies untuk lolos otomatis, memaksa juara dua kali itu kembali menapaki babak kualifikasi untuk edisi ketiga berturut-turut.
Dalam sistem kualifikasi Piala Dunia 50 overs, delapan tim peringkat teratas dalam ranking ODI per 30 September, tidak termasuk tuan rumah Afrika Selatan dan Zimbabwe, langsung mendapatkan tiket. Kemenangan Afghanistan membuat mereka dipastikan berada di jajaran tersebut, bergabung dengan Australia, India, Selandia Baru, Pakistan, Sri Lanka, Inggris, dan Bangladesh.
West Indies, yang kini menempati peringkat 10, tidak mampu mengejar ketertinggalan meski masih memiliki dua pertandingan ODI melawan India sebelum batas waktu penentuan. Kegagalan ini mengulang nasib serupa pada edisi 2023, ketika mereka juga gagal lolos otomatis dan tersingkir di babak kualifikasi, sehingga untuk pertama kalinya absen dari Piala Dunia putra.
Menariknya, pada 2019 mereka justru sukses melewati kualifikasi dan tampil di putaran final. Namun, tren inkonsistensi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kriket Karibia yang tengah berbenah di bawah kepemimpinan baru.
Format baru untuk edisi 2027 memperkenalkan skema yang berbeda. Juara babak kualifikasi akan langsung melaju ke babak kedua Piala Dunia, sementara tim yang menempati posisi kedua, ketiga, dan keempat akan bermain di babak pertama yang disebut Super Series. Ini memberi peluang bagi tim non-unggulan untuk tampil lebih lama di turnamen, sekaligus meningkatkan daya saing.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan meski kriket belum menjadi olahraga populer. Dengan semakin kompetitifnya kualifikasi, peluang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk bermimpi tampil di Piala Dunia semakin terbuka lebar. Federasi Kriket Indonesia dapat menjadikan momen ini sebagai inspirasi untuk mengembangkan bakat muda dan membangun infrastruktur, meski tantangan besar masih membentang.
Piala Dunia 2027 akan diselenggarakan di Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Namibia. Jadwal lengkap turnamen belum dirilis, tetapi kehadiran tiga tuan rumah diharapkan membawa nuansa baru dan memperluas basis penggemar kriket di kawasan Afrika bagian selatan.
Pertanyaan besarnya kini: akankah West Indies mampu bangkit di kualifikasi dan merebut satu dari empat tiket yang tersedia? Atau justru tim seperti Afghanistan akan terus menunjukkan bahwa kriket bukan lagi milik segelintir negara? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang.



