Piala Dunia 2026: Pahlawan Tak Terduga Nicolas Pepe Bawa Pantai Gading ke Fase Gugur
Baca dalam 60 detik
- Pantai Gading untuk pertama kalinya lolos ke babak gugur Piala Dunia setelah menekuk Curacao 2-0 di Philadelphia, dengan Nicolas Pepe mencetak dua gol.
- Pepe, yang sempat absen di skuad Piala Afrika dan gagal mencetak gol di lima laga kualifikasi, tampil sebagai pahlawan tak terduga berkat assist dari pemain muda Yan Diomande dan Ibrahim Sangare.
- Curacao, negara terkecil yang lolos ke Piala Dunia, menjadi tim kedelapan yang tersingkir, namun performa mereka dianggap melebihi ekspektasi.

Philadelphia, AS โ Pantai Gading akhirnya memecahkan kutukan fase grup setelah tiga edisi Piala Dunia berturut-turut hanya menjadi juru kunci. Kemenangan 2-0 atas Curacao di Philadelphia Stadium, Kamis (25/6) waktu setempat, memastikan tiket ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Dua gol dari Nicolas Pepe menjadi pembeda di laga yang berlangsung di bawah terik matahari bersuhu 29-30 derajat Celsius itu. Pemain sayap yang sempat diragukan karena catatan golnya yang kering di level internasional justru menjadi bintang. โSaya hanya ingin membuktikan bahwa saya masih bisa berkontribusi untuk tim,โ ujar Pepe seusai pertandingan, merujuk pada absennya ia dari skuad Piala Afrika terakhir.
Gol pertama Pepe tercipta pada babak pertama berkat kerja sama dengan remaja 19 tahun, Yan Diomande. Pemain muda itu memanfaatkan kesalahan umpan bek Curacao, lalu mengirim bola ke tiang dekat yang langsung disambar Pepe dengan tembakan first-time melewati kiper Eloy Room. Gol kedua hadir di babak kedua melalui skema serangan balik cepat; umpan terobosan Ibrahim Sangare membelah pertahanan Curacao, dan Pepe menuntaskannya dengan tendangan melengkung dari jarak 10 meter.
Bagi Curacao, kekalahan ini mengakhiri perjalanan impresif mereka sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Meski tersingkir, penampilan mereka menuai pujian. Pelatih Dick Advocaat, yang menangani tim nasional ketiganya di Piala Dunia, mengakui bahwa anak asuhnya telah berjuang keras. โKami mungkin tidak punya banyak pengalaman, tapi semangat pemain luar biasa,โ kata Advocaat. Curacao nyaris memperkecil ketertinggalan melalui Leandro Bacuna yang lolos dari tiga bek, namun tembakannya masih melebar.
Di sisi lain, Pantai Gading harus kehilangan Amad Diallo, pencetak gol pertama mereka di turnamen ini, yang ditarik keluar saat jeda karena cedera. Belum ada kepastian mengenai keseriusan cedera tersebut. Selanjutnya, tim asuhan Emerse Fae akan menghadapi runner-up Grup I, yang kemungkinan besar adalah Prancis atau Norwegia, pada Selasa (30/6) di Arlington, Texas.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Pantai Gading ini bisa menjadi inspirasi. Tim yang sempat dianggap underdog mampu bangkit dan menembus fase gugur. Pelajaran tentang pentingnya memaksimalkan potensi pemain mudaโseperti Yan Diomandeโdan kepercayaan pada pemain yang sempat terpinggirkan menjadi catatan tersendiri. Apakah langkah Pantai Gading akan berakhir di babak 32 besar, atau justru menjadi kisah kejutan berikutnya di Piala Dunia 2026?



