Piala Dunia 2026: Prancis vs Swedia, Meksiko vs Ekuador Warnai Babak 32 Besar
Baca dalam 60 detik
- Tiga laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan digelar pada 30 Juni, mempertemukan Pantai Gading vs Norwegia, Prancis vs Swedia, serta Meksiko vs Ekuador.
- Prancis tampil sempurna di fase grup, sementara Swedia lolos sebagai peringkat ketiga; kedua tim total mencetak 17 gol di grup.
- Meksiko, sebagai tuan rumah bersama, memiliki rekor impresif di Stadion Mexico City dengan delapan kemenangan dari sepuluh laga Piala Dunia.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 memasuki hari ketiga dengan tiga pertandingan yang menjanjikan duel sengit, mulai dari laga perdana antara Pantai Gading dan Norwegia di Dallas hingga partai puncak tuan rumah Meksiko melawan Ekuador di Mexico City. Setiap tim membawa modal berbeda, namun satu hal pasti: tekanan untuk melaju ke babak 16 besar akan menjadi ujian mental dan taktik.
Laga pembuka di Dallas Stadium mempertemukan dua tim yang sama-sama finis sebagai runner-up grup. Pantai Gading, yang baru pertama kali menembus fase gugur, akan berhadapan dengan Norwegia yang diperkuat mesin gol Erling Haaland. Haaland telah mengoleksi empat gol dalam dua laga Grup I, menunjukkan ketajaman yang patut diwaspadai lini belakang Les Éléphants. Namun, Pantai Gading bukan tanpa perlawanan: mereka lolos dengan performa solid di Grup E, dan pengalaman debutan kerap menjadi motivasi ekstra.
Pertandingan kedua menyajikan duel Eropa klasik: Prancis, juara dunia dua kali, meladeni Swedia di New York/New Jersey Stadium. Les Bleus melaju dengan rekor sempurna di fase grup, sementara Swedia hanya lolos sebagai peringkat ketiga terbaik dari Grup F. Meski begitu, Swedia memiliki daya gedor yang tak bisa diremehkan—total 17 gol diciptakan kedua tim selama fase grup, menjanjikan pertandingan dengan tempo tinggi dan peluang berlimpah. Prancis diunggulkan, namun Swedia kerap menjadi batu sandungan bagi tim besar di turnamen akbar.
Penutup hari ketiga menjadi milik tuan rumah bersama, Meksiko, yang akan menjamu Ekuador di Stadion Mexico City. El Tri memiliki rekor luar biasa di kandang sendiri: delapan kemenangan dan dua hasil imbang dari sepuluh laga Piala Dunia di venue tersebut. Namun, Ekuador datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Jerman di fase grup. La Tri hanya menelan satu kekalahan dalam 22 laga terakhir, menjadikan mereka lawan yang sangat sulit ditaklukkan. Dukungan puluhan ribu suporter Meksiko bisa menjadi faktor pembeda, tetapi Ekuador tidak akan gentar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga-laga ini menawarkan tontonan kelas dunia yang bisa menjadi referensi taktik dan semangat juang. Timnas Indonesia sendiri tengah berupaya menembus Piala Dunia, dan melihat bagaimana tim seperti Pantai Gading—yang baru pertama kali lolos ke fase gugur—berjuang bisa menjadi inspirasi. Selain itu, performa Haaland dan Prancis juga menarik untuk diamati sebagai tolok ukur kualitas pemain top Eropa.
Pertanyaan besarnya: akankah Meksiko memanfaatkan rekor kandangnya untuk melaju, atau Ekuador akan membuat kejutan lain? Satu hal yang pasti, tiga laga ini akan menentukan langkah awal menuju babak 16 besar dan semakin memanaskan persaingan menuju gelar juara.



