Jorge Mendes di Balik Revolusi Transfer AC Milan: Dari Goncalo Ramos hingga Marc Casadó
Baca dalam 60 detik
- Agen Jorge Mendes menjadi arsitek utama strategi transfer baru AC Milan, mengarahkan pembelian Goncalo Ramos (€70 juta) dan incaran Marc Casadó dari Barcelona.
- Restrukturisasi manajemen Milan—menghapus posisi direktur teknis dan olahraga—memberi pelatih Ruben Amorim wewenang lebih besar, yang kemudian mengandalkan jaringan Mendes.
- Nilai transfer Ramos yang memecahkan rekor klub menimbulkan pertanyaan soal komisi agen dan transparansi peran Mendes yang seperti direktur olahraga de facto.

Jorge Mendes, super agen sepak bola asal Portugal, kembali menjadi pusaran strategi transfer AC Milan. Setelah mengatur kesepakatan senilai €70 juta untuk penyerang Paris Saint-Germain Goncalo Ramos, ia kini dikabarkan tengah mengupayakan kedatangan gelandang muda Barcelona, Marc Casadó, ke San Siro. Langkah ini menandai babak baru dalam cara klub raksasa Serie A itu berbelanja pemain.
Hubungan Mendes dengan Milan bukanlah hal baru. Ia sebelumnya terlibat dalam transfer Pervis Estupinan, Joao Felix, Andre Silva, dan pelatih Sergio Conceicao. Namun, perannya kini semakin sentral setelah Milan menghapus jabatan direktur teknis dan direktur olahraga demi struktur klub yang lebih ramping. Keputusan itu memberi pelatih Ruben Amorim kekuasaan lebih besar dalam urusan transfer, dan ia pun tak ragu berkonsultasi dengan Mendes.
Menurut laporan dari Sport di Spanyol dan Sportitalia, Mendes kini fokus memboyong Marc Casadó, gelandang berusia 22 tahun yang merupakan produk akademi La Masia. Casadó baru dipromosikan ke tim utama Barcelona pada 2024 dan mencatatkan 34 penampilan musim ini, namun hanya 15 di antaranya sebagai starter. Dengan kontraknya yang masih panjang, Barcelona mungkin enggan melepasnya dengan harga murah.
Di sisi lain, nilai transfer Goncalo Ramos yang mencapai €70 juta—rekor klub yang memecahkan rekor sebelumnya sebesar €49,4 juta untuk Rafael Leao—menimbulkan tanda tanya besar. Sebagian pengamat mempertanyakan seberapa besar komisi yang akan diterima Mendes dari kesepakatan tersebut, apalagi ia kini dianggap bertindak seperti direktur olahraga tidak resmi Milan. “Ini situasi yang tidak biasa,” kata seorang analis transfer yang enggan disebut namanya. “Seorang agen yang mengendalikan dua sisi meja negosiasi pasti akan menuai sorotan.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. AC Milan memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan setiap langkah transfer mereka selalu menjadi perbincangan hangat. Jika Casadó benar-benar bergabung, ia akan menjadi pemain Spanyol pertama di skuad Milan sejak Suso, dan bisa memberikan warna baru di lini tengah yang selama ini diisi pemain seperti Tijjani Reijnders dan Yacine Adli.
Namun, yang lebih krusial adalah bagaimana model transfer ini akan memengaruhi kebijakan klub di masa depan. Dengan Mendes yang memiliki pengaruh begitu besar, muncul kekhawatiran bahwa Milan bisa kehilangan independensi dalam menentukan arah skuad. Apakah ini akan menjadi strategi jangka panjang yang sukses, atau justru bumerang bagi stabilitas klub? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: peran agen dalam sepak bola modern semakin kabur batasnya.



