Inter Milan Alihkan Target ke Niccolo Pisilli Usai Negosiasi Curtis Jones Buntu
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menghentikan negosiasi untuk gelandang Liverpool Curtis Jones karena perbedaan harga yang mencapai โฌ15 juta.
- Klub asal Milan itu kini mengalihkan fokus ke pemain muda Roma, Niccolo Pisilli, yang bernilai โฌ25 juta.
- Roma terdesak menjual pemain akademi sebelum 30 Juni untuk memenuhi aturan Financial Fair Play UEFA.

Inter Milan memutuskan untuk mengubur ambisi mendatangkan Curtis Jones dari Liverpool setelah negosiasi menemui jalan buntu. Klub raksasa Italia itu kini mengarahkan perhatian ke talenta muda Serie A, Niccolo Pisilli, yang membela AS Roma.
Kebuntuan negosiasi dengan Liverpool terjadi karena perbedaan nilai transfer yang cukup tajam. Inter hanya bersedia membayar sekitar โฌ25 juta untuk gelandang asal Inggris berusia 25 tahun itu, sementara Liverpool mematok harga โฌ40 juta, belum termasuk bonus dan tambahan lainnya. Situasi ini disebut media Italia sebagai 'jalan buntu' yang memaksa Inter mencari alternatif.
Pisilli, yang baru berusia 21 tahun, muncul sebagai opsi utama. Pemain jebolan akademi Roma itu diperkirakan memiliki nilai pasar yang sama dengan tawaran Inter untuk Jones, yaitu โฌ25 juta. Keuntungan lain, gaji Pisilli jauh lebih rendah, hanya sekitar โฌ2,5 juta per musim termasuk bonus, dibandingkan tuntutan gaji Jones yang lebih tinggi.
Bagi Roma, menjual Pisilli bisa menjadi solusi cepat untuk menyeimbangkan keuangan klub. Sebagai produk akademi, setiap dana yang masuk dari transfernya akan langsung menjadi keuntungan bersih. Tekanan waktu juga menjadi faktor: batas akhir 30 Juni membuat Roma harus bergerak cepat jika ingin mematuhi regulasi UEFA.
Di sisi lain, Inter perlu memperkuat lini tengah setelah kehilangan beberapa target utama. Kegagalan mendatangkan Marco Palestra dan Nico Paz membuat skuad asuhan Simone Inzaghi belum mengalami peningkatan signifikan di bursa transfer musim panas ini. Pisilli, yang sudah tampil impresif bersama Roma, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di bawah arahan Inzaghi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Inter ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Italia kerap menjadi barometer bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, yang ingin berkarier di Eropa. Jika Pisilli berhasil bersinar di Inter, hal itu bisa membuka peluang lebih besar bagi pemain Asia untuk dilirik klub-klub Serie A.
Apakah Inter akan berhasil mengamankan tanda tangan Pisilli sebelum tenggat waktu? Atau justru Roma akan mempertahankan pemain mudanya dengan risiko sanksi UEFA? Keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu.



