Skandal Baru Guncang Ruggeri: Bayar Wanita untuk Kirim Pesan Rasis dan Hinaan Erotis
Baca dalam 60 detik
- Pemain timnas Italia dan Atletico Madrid, Matteo Ruggeri, dituduh membayar seorang wanita untuk mengirimkan pesan audio berisi hinaan rasis dan penghujatan demi kepuasan seksual.
- Tuduhan dilontarkan oleh Fabrizio Corona, figur kontroversial yang pernah dipenjara karena pemerasan dan pencemaran nama baik, serta kerap membuat klaim tak terbukti di sepak bola Italia.
- Ruggeri belum memberikan tanggapan resmi; jika terbukti, ia bisa menghadapi sanksi larangan bertanding akibat penggunaan kata-kata penghujatan.

Matteo Ruggeri, bek sayap timnas Italia yang kini membela Atletico Madrid, diterpa skandal serius setelah dituduh membayar seorang perempuan untuk mengirimkan pesan audio berisi hinaan rasis dan penghujatan yang ia anggap erotis. Tuduhan ini mencuat dari Fabrizio Corona, seorang figur kontroversial yang dikenal gemar membongkar skandal di sepak bola Italia.
Corona, yang pernah dipenjara karena upaya pemerasan terhadap klub dan pemain dengan foto-foto di luar lapangan, serta terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap Mauro Icardi saat di Inter Milan, kembali melontarkan klaim sensasional. Kali ini, ia mempublikasikan tangkapan layar yang diklaim sebagai bukti transfer uang sebesar €150 dari Ruggeri kepada seorang penggemar wanita. Menurut Corona, pembayaran itu dilakukan sebagai imbalan atas rekaman audio berisi makian bernada penghujatan—bentuk sumpah serapah terburuk dalam bahasa Italia—dan bahkan bahasa rasis, yang secara spesifik diminta oleh pemain berusia 23 tahun tersebut.
Dalam aturan sepak bola Italia, penggunaan kata-kata penghujatan oleh pemain atau pelatih di lapangan dapat berujung pada larangan bertanding minimal satu laga. Meskipun dugaan ini terjadi di luar pertandingan, publik dan otoritas sepak bola tetap menaruh perhatian besar. Corona juga merilis rekaman percakapan yang disebutnya berisi permintaan Ruggeri serta reaksi terhadap konten tersebut. Hingga saat ini, Ruggeri belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, skandal ini mengingatkan pada pentingnya etika dan tanggung jawab pesepak bola di luar lapangan. Di era media sosial, setiap jejak digital dapat menjadi bumerang. Kasus Ruggeri juga menyoroti bagaimana figur seperti Corona—dengan rekam jejak kontroversial—masih memiliki pengaruh dalam membentuk opini publik, meskipun banyak klaimnya di masa lalu tidak terbukti. Hal ini menjadi pelajaran bagi pesepak bola Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam setiap interaksi, terutama dengan penggemar.
Ruggeri, yang bergabung dengan Atletico Madrid pada musim panas lalu dengan nilai transfer €17 juta plus bonus, sempat dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Serie A. Namun, skandal ini berpotensi mengubah rencana kariernya. Jika tuduhan terbukti benar, ia tidak hanya menghadapi sanksi dari federasi, tetapi juga risiko kehilangan reputasi dan kepercayaan publik. Pertanyaan besarnya: akankah Ruggeri angkat bicara dan membantah tuduhan ini, atau justru skandal ini akan menjadi titik balik yang mempercepat kepulangannya ke Italia?



