Gajah Liar Kepung Gubuk di Lampung Barat, Seorang Petani Tewas Terjatuh ke Jurang
Baca dalam 60 detik
- Seorang buruh tani bernama Jumadi (54) ditemukan tewas setelah gubuknya dikepung kawanan gajah liar di Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Rabu (24/6) malam.
- Korban diduga berusaha melarikan diri saat gajah mendekat, namun terseruduk dan jatuh ke jurang sedalam 50 meter; dua rekannya selamat.
- Polisi mengimbau warga menghindari aktivitas di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang menjadi jalur lintasan gajah liar.

Seorang buruh tani di Lampung Barat ditemukan tewas setelah gubuk tempatnya berlindung dikepung kawanan gajah liar, Rabu (24/6) malam. Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Jumadi (54) merupakan satu dari tiga orang yang tengah berada di rumah singgah di kebun milik Widodo di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh. Sekitar pukul 23.00 WIB, kawanan gajah mendekati dan mengepung bangunan tersebut, membuat ketiganya tak bisa keluar. Warga bersama relawan satgas segera menuju lokasi setelah mendapat laporan, namun setibanya di sana rumah singgah itu telah rusak akibat ulah gajah.
Dua orang lainnya, Widodo dan Sigit, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meski mengalami trauma. Sementara Jumadi tidak berada di tempat. Pencarian dilakukan hingga Kamis (25/6) dini hari tanpa hasil, dan dilanjutkan pada pagi harinya. Sekitar pukul 09.00 WIB, Jumadi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lereng atau jurang yang berjarak sekitar 50 meter dari gubuk.
Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Rudy Prawira, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Sri Mulyo, korban mengalami memar di bagian pinggang belakang, luka lecet di bibir bawah, serta lecet pada lutut kanan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga berusaha melarikan diri saat gajah liar mendekati gubuk, lalu diseruduk hingga terjatuh ke jurang.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jasad, memeriksa saksi, dan berkoordinasi dengan pihak TNBBS untuk penanganan lebih lanjut. Rudy mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar kawasan hutan yang menjadi jalur lintasan gajah liar. "Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memahami jalur perlintasan gajah, dan menghindari aktivitas di sekitar kawasan TNBBS apabila terdapat potensi kemunculan satwa liar," katanya.
Konflik antara manusia dan gajah liar di Lampung bukanlah hal baru. Kawasan TNBBS merupakan habitat penting bagi gajah Sumatera yang terancam punah, namun juga menjadi sumber penghidupan bagi petani yang membuka lahan di sekitarnya. Peristiwa ini menegaskan perlunya strategi mitigasi yang lebih efektif, baik dari sisi pengelolaan kawasan konservasi maupun peningkatan kesadaran masyarakat. Akankah insiden berdarah ini mendorong langkah konkret dari pemerintah daerah dan Balai TNBBS untuk mencegah korban berikutnya?



