Arsenal Incar Iliman Ndiaye sebagai Pengganti Trossard: Solusi Cerdas di Tengah Harga Bintang yang Melambung
Baca dalam 60 detik
- Arsenal membidik winger Everton, Iliman Ndiaye, sebagai opsi realistis untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Leandro Trossard, dengan persaingan dari Manchester United dan Liverpool.
- Ndiaye dinilai memiliki profil mirip Trossard: lincah, efisien di depan gawang, dan mampu bermain di ruang sempit, menjadikannya kandidat ideal untuk skema Mikel Arteta.
- Jika transfer ini terwujud, Arsenal berpotensi mendapatkan pemain dengan harga lebih terjangkau dibandingkan target utama seperti Vinicius Junior atau Bradley Barcola, sekaligus menjaga keseimbangan finansial klub.

LONDON — Kepergian Leandro Trossard ke Besiktas pada bursa musim panas ini meninggalkan lubang yang cukup dalam di lini serang kiri Arsenal. Meski Christos Tzolis telah direkrut sebagai pengganti langsung, manajer Mikel Arteta tampaknya belum merasa cukup. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Arsenal kini membidik winger Everton, Iliman Ndiaye, sebagai opsi tambahan untuk memperkuat sayap kiri mereka, dengan persaingan ketat dari Manchester United dan Liverpool.
Menurut laporan Caught Offside, ketiga klub Premier League tersebut telah membuka komunikasi dengan pihak Ndiaye. Pemain asal Senegal itu dikabarkan telah menolak tawaran dari Arab Saudi demi bertahan di Inggris, sehingga membuka peluang bagi klub-klausa Inggris untuk mendapatkan jasanya. Langkah ini muncul setelah upaya Arsenal untuk mendatangkan Vinicius Junior dan Morgan Rogers gagal, sementara Bradley Barcola dari PSG dianggap terlalu mahal dengan banderol mencapai £145 juta.
Ndiaye, yang musim lalu mencetak enam gol di Premier League bersama Everton, dinilai memiliki karakteristik yang mirip dengan Trossard. Keduanya sama-sama lincah dalam ruang sempit, pandai berkolaborasi di tepi kotak penalti, dan memiliki etos kerja tinggi. Jamie O'Hara, mantan pemain Tottenham, bahkan menyebut Ndiaye sebagai salah satu pemain terbaik di Premier League. Meski tidak seelite Trossard dalam hal kreativitas, Ndiaye unggul dalam efisiensi mencetak gol—ia membutuhkan lebih sedikit tembakan untuk menghasilkan jumlah gol yang sama.
Dari sisi taktis, Ndiaye menawarkan dinamika yang berbeda untuk sisi kiri Arsenal. Data menunjukkan bahwa ia memiliki nilai Expected Threat (xT) yang sebanding dengan Trossard dalam fase membangun serangan, berkat kemampuan membawa bola progresif dan ancaman di area berbahaya. Ini menjadikannya kandidat yang menarik untuk mengisi peran yang ditinggalkan pemain Belgia tersebut, terutama jika Gabriel Martinelli hengkang ke Galatasaray yang telah mengajukan tawaran.
Keputusan Arsenal untuk melirik Ndiaye bisa menjadi langkah pragmatis di tengah pasar yang semakin tidak masuk akal. Sejarah mencatat, Trossard sendiri bukan pilihan pertama saat direkrut dari Brighton pada 2023—Chelsea saat itu lebih memilih Mykhailo Mudryk yang justru gagal bersinar. Jika Ndiaye mampu mengikuti jejak Trossard, Arsenal bisa kembali mendapatkan pemain dengan harga bersahabat yang memberikan dampak besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menarik untuk diikuti, mengingat basis penggemar klub ini yang besar di Tanah Air. Kehadiran pemain seperti Ndiaye—yang mungkin tidak setenar bintang-bintang lain—bisa menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari nama besar, melainkan dari kecocokan dengan sistem dan kerja keras. Ini juga mengingatkan bahwa klub-klub Eropa kini semakin cerdas dalam memilih pemain, tidak sekadar mengejar harga mahal.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga akhir Agustus, keputusan Arsenal dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim mereka. Apakah Ndiaye akan menjadi 'Trossard baru' yang membawa The Gunners meraih lebih banyak trofi? Atau akankah mereka kembali gagal di bursa transfer dan harus puas dengan skuad yang ada? Publik sepak bola, termasuk di Indonesia, tentu akan menantikan kelanjutan saga ini.



