Reijnders Dijual ke Al-Qadsiah Rp1,05 Triliun: Awal Perombakan Lini Tengah City?
Baca dalam 60 detik
- Manchester City sepakat melepas Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah dengan nilai transfer £52 juta atau sekitar Rp1,05 triliun.
- Kepergian gelandang asal Belanda itu menjadi bagian dari renovasi besar-besaran lini tengah The Citizens di bawah manajer anyar.
- Masa depan Rodri, pemain terbaik Piala Dunia 2026, ikut menjadi sorotan di tengah kabar minat City pada Enzo Fernandez.

Manchester City dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan klub Liga Pro Saudi, Al-Qadsiah, untuk transfer gelandang asal Belanda, Tijjani Reijnders, senilai £52 juta atau sekitar Rp1,05 triliun. Langkah ini menjadi sinyal awal perombakan besar-besaran lini tengah The Citizens menyusul ditinggalkan Pep Guardiola pada akhir musim lalu.
Reijnders, yang diboyong dari AC Milan dengan banderol £46,5 juta pada musim panas 2025, hanya bertahan satu musim di Etihad. Meski sempat tampil menjanjikan di awal kariernya, pemain berusia 28 tahun itu gagal memberi dampak signifikan di musim yang menjadi penutup era Guardiola. Dari 47 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu mencetak tujuh gol.
Kepindahan ini kian dekat setelah Reijnders berlatih terpisah dari skuad utama City pada Kamis (waktu setempat). Al-Qadsiah sendiri kini ditangani Brendan Rodgers, pelatih asal Irlandia Utara yang pernah menukangi Liverpool, Celtic, dan Leicester City. Kehadiran Rodgers di Liga Pro Saudi semakin menguatkan daya tarik kompetisi tersebut bagi pemain-pemain Eropa yang ingin mencari tantangan baru.
Kepergian Reijnders tampaknya hanya awal dari perubahan besar di lini tengah City. Kabar yang beredar menyebut masa depan Rodri, gelandang bertahan asal Spanyol yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026, masih belum jelas. Di sisi lain, City dikabarkan tertarik mendatangkan gelandang Argentina, Enzo Fernandez, dari Chelsea. Jika kedua skenario ini terwujud, wajah lini tengah City akan berubah total pada musim depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk disimak. Liga Pro Saudi semakin agresif memburu pemain-pemain top Eropa, dan hal ini bisa berdampak pada persaingan di kompetisi Asia, termasuk AFC Champions League. Dengan semakin banyaknya pemain bintang yang merumput di Saudi, level persaingan klub-klub Asia diprediksi meningkat, yang pada akhirnya bisa memengaruhi performa tim-tim Indonesia jika bertemu wakil Saudi di turnamen antar-klub.
Reijnders sendiri merupakan bagian dari skuad Belanda di Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam tiga pertandingan, termasuk dua laga grup melawan Jepang dan Swedia, serta satu laga lainnya melawan Tunisia. Namun, ia harus absen saat Belanda tersingkir di babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Maroko. Pengalaman internasionalnya itu menjadi salah satu alasan Al-Qadsiah berani menggelontorkan dana besar untuk membawanya ke Timur Tengah.
Dengan kepindahan ini, City tidak hanya meraup keuntungan finansial, tetapi juga membuka ruang bagi rekrutan baru. Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi pengganti Reijnders? Apakah City akan memanfaatkan dana segar untuk memboyong Enzo Fernandez, atau justru mempertahankan Rodri dengan perpanjangan kontrak? Keputusan manajemen City dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah klub di bawah manajer anyar.



