Bella Hadid Berurai Air Mata Akibat Kambuhnya Penyakit Lyme: Mandi Tanpa Pingsan Jadi Prestasi
Baca dalam 60 detik
- Supermodel Bella Hadid mengalami kekambuhan parah penyakit Lyme hingga sesak napas saat berjalan ke dapur.
- Dalam unggahan Instagram, ia mengaku mandi tanpa pingsan adalah pencapaian besar di tengah gejolak kesehatan.
- Sepuluh jam kemudian, Hadid meminta maaf kepada penggemar yang khawatir dan menegaskan kondisi ini adalah realitas sehari-harinya selama 15 tahun.

Bella Hadid, supermodel berusia 29 tahun, kembali membagikan perjuangannya melawan penyakit Lyme setelah mengalami kekambuhan parah yang membuatnya kehabisan napas hanya untuk berjalan ke dapur. Dalam unggahan emosional di Instagram Stories, Kamis (25/06/2026), ia mengaku bahwa mandi tanpa pingsan merupakan pencapaian besar baginya.
Hadid, yang didiagnosis menderita penyakit yang ditularkan melalui gigitan kutu ini pada 2012, selalu terbuka mengenai kondisinya. Namun, kali ini ia tampak lebih rentan. Ia menulis bahwa dirinya tidur 11 jam setiap hari, tetap merasa lelah, dan telah mencoba berbagai protokol dari banyak dokter tanpa hasil. "Saya tidak bisa lepas dari kekambuhan ini," tulisnya, seraya menambahkan bahwa ia bahkan mendiagnosis dirinya dengan 12 penyakit lain.
Dalam unggahan yang sama, Hadid menyindir saran untuk membuat jurnal sebagai terapi. "Hari ini bukan hari yang tepat untuk menyuruh saya menulis jurnal. Dan ya, saya sudah minum air. Dan tidak, saya tidak jalan-jalan karena saya sesak napas saat berjalan ke dapur," tulisnya. Ia juga mengaku tidak bisa berpikir jernih dan meminta maaf jika pernah menyarankan orang lain untuk membuat jurnal di hari buruk.
Sepuluh jam setelah unggahan tersebut, Hadid kembali ke Instagram untuk meminta maaf kepada penggemar yang mungkin khawatir atau terkejut dengan kejujurannya. "Saya minta maaf jika membuat siapa pun khawatir. Saya tahu kedengarannya mengejutkan, tapi sejujurnya, itulah kenyataan saya. Saya sudah bisa mengatasinya sampai batas tertentu," tulisnya. Ia menegaskan bahwa kondisi ini adalah pasang surut sehari-hari yang telah ia jalani selama 15 tahun terakhir.
Hadid juga mengungkapkan rasa frustrasinya karena tubuh tidak mampu mengikuti apa yang pikirannya rencanakan. "Setiap hari adalah hari baru, dan besok saya berharap, Tuhan menghendaki, hari yang lebih baik," pungkasnya, seraya berterima kasih atas dukungan yang tak terduga.
Kisah Bella Hadid menjadi pengingat bahwa penyakit kronis seperti Lyme tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga mental. Di Indonesia, kesadaran akan penyakit Lyme masih rendah, meskipun kasus gigitan kutu cukup umum di daerah pedesaan. Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk waspada terhadap gejala seperti demam, kelelahan ekstrem, dan nyeri sendi setelah berada di area berumput atau hutan. Namun, diagnosis yang tepat seringkali terhambat oleh kurangnya tes spesifik dan pengetahuan medis.
Ke depannya, pengakuan publik dari figur sekelas Bella Hadid diharapkan dapat mendorong lebih banyak riset dan dukungan bagi penderita Lyme di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Akankah kesadaran global ini mendorong perubahan kebijakan kesehatan di negara berkembang?



