Gol Dramatis Ayhan Bungkam AS, Turki Pulang dengan Kepala Tegak
Baca dalam 60 detik
- Turki menang 3-2 atas Amerika Serikat berkat gol menit akhir Kaan Ayhan di laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2026.
- AS yang sudah memastikan lolos merotasi sembilan pemain, termasuk menyimpan empat pemain berisiko akumulasi kartu kuning.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Turki di turnamen, cukup untuk mengakhiri partisipasi mereka dengan kebanggaan.

Gol telat Kaan Ayhan pada menit akhir mengantar Turki menang 3-2 atas Amerika Serikat di Los Angeles Stadium, Kamis (25/6) malam waktu setempat, sekaligus mengakhiri petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan perdana. Laga yang sejatinya tidak menentukan nasib kedua tim—AS sudah memastikan diri sebagai juara Grup D—berubah menjadi pertarungan sengit yang diwarnai enam gol dan atmosfer stadion penuh.
Pelatih AS Gregg Berhalter melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain inti, termasuk mengistirahatkan empat pemain yang terancam akumulasi kartu kuning. Keputusan itu sempat dianggap berisiko, namun tim tuan rumah justru unggul cepat saat Auston Trusty menjebol gawang Turki pada menit ketiga. Gol tersebut menjadi yang ketiga beruntun bagi AS di fase grup yang selalu unggul lebih dulu.
Turki, yang juga melakukan tujuh rotasi, tidak tinggal diam. Arda Guler dan Baris Yilmaz sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 sebelum jeda—keduanya merupakan gol pertama Turki di turnamen ini. Selepas istirahat, Sebastian Berhalter, putra sang pelatih, melepaskan tembakan jarak jauh yang menyamakan kedudukan. Namun, pahlawan tak terduga muncul dari bangku cadangan: Ayhan memanfaatkan bola liar di tiang jauh untuk mencetak gol kemenangan pada sentuhan terakhir pertandingan.
Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi Turki yang sebelumnya selalu kalah di dua laga awal. Pelatih Vincenzo Montella memuji karakter anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal. “Mereka menunjukkan semua kemampuan dan karakter malam ini. Kami bisa pulang dengan kepala tegak,” ujarnya. Sementara itu, AS harus waspada menjelang laga 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina di Santa Clara, Rabu depan. Cedera Trusty menjadi kekhawatiran tambahan setelah bek andalan itu harus diusung keluar lapangan.
Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini menjadi pengingat betapa pentingnya manajemen skuad di turnamen multipertandingan. Keputusan Berhalter merotasi pemain—meski berujung kekalahan—memberi gambaran strategi jangka panjang yang lazim diterapkan tim-tim besar. Sementara itu, performa Guler dan Yilmaz bisa menjadi referensi bagi pemain muda Asia yang ingin bersinar di panggung dunia. Kehadiran bintang Hollywood seperti Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt di tribun juga menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 telah menjadi magnet global, tidak hanya bagi penggemar sepak bola.
Dengan satu kemenangan di kantong, Turki meninggalkan Amerika Serikat dengan kebanggaan yang pulih. Namun, pertanyaan besar kini mengarah ke AS: mampukah mereka bangkit dari kekalahan ini dan melaju lebih jauh, atau justru rotasi besar-besaran mengganggu ritme tim? Laga melawan Bosnia akan menjadi jawabannya.



