Proyeksi Pendapatan Applied Materials Tembus Ekspektasi, Saham Justru Terkoreksi
Baca dalam 60 detik
- Applied Materials memperkirakan pendapatan kuartal keempat sekitar US$10,25 miliar, melampaui rata-rata estimasi analis sebesar US$9,54 miliar.
- Saham perusahaan justru turun 5% dalam perdagangan setelah jam bursa karena ekspektasi investor yang sudah sangat tinggi, meskipun kinerja kuartal ketiga solid.
- Permintaan chip AI yang kuat diproyeksikan terus mendorong belanja peralatan semikonduktor, dengan pertumbuhan signifikan di segmen DRAM dan advanced packaging.

Applied Materials, pemasok peralatan manufaktur semikonduktor terkemuka, memproyeksikan pendapatan kuartal keempat yang melampaui perkiraan analis, didorong oleh permintaan chip kecerdasan buatan (AI) yang tak kunjung surut. Namun, kabar positif tersebut tidak serta-merta mengangkat harga sahamnya; sebaliknya, saham perusahaan justru terkoreksi hingga 5% dalam perdagangan setelah jam bursa, mencerminkan ekspektasi investor yang sudah sangat tinggi menjelang rilis laporan keuangan.
Proyeksi pendapatan kuartal keempat yang diumumkan pada Kamis (13/8) itu mencapai sekitar US$10,25 miliar, dengan rentang plus-minus US$500 juta. Angka tersebut jauh di atas rata-rata estimasi analis yang dihimpun LSEG, yakni US$9,54 miliar. Optimisme ini ditopang oleh belanja besar-besaran para produsen chip untuk membangun infrastruktur AI, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan terhadap peralatan fabrikasi wafer seperti physical vapor deposition dan ion implantation.
Kinerja kuartal ketiga yang berakhir 26 Juli juga tercatat solid. Applied Materials membukukan pendapatan US$9,12 miliar, melampaui estimasi pasar sebesar US$8,99 miliar. Capaian ini memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan ketat dengan kompetitor seperti Lam Research dan KLA Corp, yang sebelumnya juga melaporkan kinerja kuartalan yang kuat dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan.
Menurut analis Stifel, Brian Chin, ekspektasi yang tinggi memang sudah terbentuk sejak awal, mengingat kinerja solid yang ditunjukkan oleh rekan-rekan setara Applied Materials. "Mereka melaporkan setelah Lam Research dan KLA Corp mengumumkan hasil yang baik, sehingga pasar sudah memasang target tinggi," ujarnya. Saham Applied Materials sendiri telah melipat ganda nilainya sepanjang tahun ini, menjadikannya salah satu pemain utama yang diuntungkan oleh ledakan AI.
Chief Financial Officer Applied Materials, Brice Hill, menyatakan keyakinannya terhadap pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan pada paruh kedua tahun kalender ini. "Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang kuat, terutama di segmen DRAM serta foundry-logic dan advanced packaging yang canggih," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi peran penting perusahaan dalam rantai pasokan semikonduktor global, yang menjadi tulang punggung ekonomi digital.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi yang tidak bisa diabaikan. Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam produksi chip canggih, Indonesia merupakan pasar konsumen elektronik yang besar dan semakin bergantung pada perangkat berbasis AI. Lonjakan belanja infrastruktur AI global dapat mendorong penurunan harga perangkat elektronik dalam jangka panjang, seiring dengan peningkatan efisiensi produksi. Selain itu, Indonesia tengah berupaya menarik investasi di sektor teknologi, termasuk pengembangan ekosistem semikonduktor, sehingga kinerja perusahaan seperti Applied Materials menjadi indikator penting bagi iklim investasi global.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah pertumbuhan ini berkelanjutan atau hanya gelembung yang akan pecah. Dengan investasi besar-besaran di AI, risiko overkapasitas di sektor semikonduktor juga perlu dicermati. Apakah para produsen chip akan terus meningkatkan belanja modal, atau justru akan menahan diri jika permintaan AI tidak secepat yang diproyeksikan? Jawabannya akan menentukan arah pasar saham dan industri teknologi secara keseluruhan dalam beberapa kuartal mendatang.



