Cedera Shin Mengintai, Raducanu Absen Latihan Jelang Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Emma Raducanu melewatkan sesi latihan di Wimbledon akibat cedera tulang kering yang memburuk setelah final Queen's.
- Petenis Inggris berusia 23 tahun itu terlihat menggunakan sepatu ortopedi di kaki kanan, menimbulkan kekhawatiran akan kesiapannya.
- Raducanu diunggulkan di peringkat 30 dan akan menjalani undian babak pertama Jumat ini, namun kondisi fisiknya masih tanda tanya.

Emma Raducanu, petenis putri Inggris yang sempat menunjukkan kebangkitan performa di turnamen Queen's, harus menepi dari lapangan latihan Wimbledon pada Kamis (27/6) karena cedera yang kambuh. Kekhawatiran akan kondisi fisiknya kian mengemuka setelah ia terlihat meninggalkan All England Club dengan sepatu ortopedi di kaki kanan, sehari sebelumnya.
Raducanu baru saja menyelesaikan perjalanan gemilangnya di Queen's Club dengan menjadi runner-up setelah mengalahkan sejumlah lawan tangguh. Namun, padatnya jadwal pertandinganโlima laga dalam sepekanโdiduga menjadi pemicu cedera yang kini menghantuinya. Sumber internal menyebutkan bahwa masalah bukan pada paha kiri yang sempat dibalut perban setelah terpeleset di perempat final, melainkan pada tulang kering (shin) yang mulai terasa nyeri.
Dalam wawancara usai final Queen's, Raducanu mengakui bahwa ia tengah bergulat dengan beberapa cedera ringan dalam beberapa pekan terakhir. "Beban pertandingan yang tinggi dalam seminggu terakhir adalah masalah yang menyenangkan karena berarti saya bisa bermain banyak laga," ujarnya. Namun, pernyataan itu kini terdengar ironis di tengah ketidakpastian jelang grand slam favoritnya.
Kabar ini menjadi pukulan bagi penggemar tenis Tanah Air, mengingat Raducanu adalah salah satu nama besar yang dinantikan aksinya di Wimbledon. Bagi publik Indonesia, turnamen ini selalu menarik perhatian karena sering menjadi panggung kejutan dan drama cedera. Raducanu sendiri sebelumnya sempat absen panjang akibat penyakit virus dan baru kembali ke performa terbaiknya di Queen's. Keputusannya untuk tidak tampil di Nottingham dan Eastbourne menunjukkan bahwa ia berusaha mengelola kebugarannya secara hati-hati.
Analis tenis menilai bahwa cedera shin bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan tepat. "Cedera seperti ini memerlukan istirahat dan perawatan intensif. Jika dipaksakan, risikonya bisa lebih parah dan mengganggu karier jangka panjang," ujar seorang fisioterapis olahraga yang enggan disebut namanya. Raducanu sendiri masih memiliki waktu hingga Senin depan untuk memulihkan kondisinya sebelum turnamen dimulai.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Raducanu mampu tampil penuh di Wimbledon, atau justru harus mundur demi menjaga kesehatan? Dengan undian yang akan diumumkan Jumat ini, keputusan final kemungkinan besar baru akan diambil pada akhir pekan. Bagi para penggemar tenis di Indonesia, situasi ini mengingatkan pada drama cedera yang kerap mewarnai grand slam, sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan fisik adalah kunci di tenis modern.



