Guncangan di PGA Wanita: Unggulan Tersingkir, Ryu Memimpin
Baca dalam 60 detik
- Haeran Ryu memimpin klasemen Women's PGA Championship setelah rivalnya, Ina Yoon, kehilangan keunggulan lima pukulan di ronde ketiga.
- Kondisi angin kencang dan tekanan mental menjadi faktor utama yang membuat Yoon mencatat skor 75, enam bogey, dan tertinggal dua pukulan.
- Dengan hadiah terbesar dalam sejarah golf wanita sebesar $13 juta, persaingan menuju ronde final semakin ketat.

Haeran Ryu, pegolf Korea Selatan yang belum pernah memenangkan turnamen mayor, kini memimpin Women's PGA Championship setelah rival senegaranya, Ina Yoon, kehilangan keunggulan lima pukulan pada ronde ketiga yang penuh tekanan.
Yoon, yang tampil gemilang di ronde pertama dengan skor sembilan di bawah par, sempat memuncaki klasemen pada 12 di bawah par setelah ronde kedua. Namun, prediksi Nelly Korda, pegolf nomor satu dunia, bahwa Yoon akan mulai merasakan tekanan terbukti benar. Di ronde ketiga yang berangin, Yoon mencatat 75 pukulan dengan enam bogey, membuatnya tertinggal dua pukulan dari Ryu yang kini memimpin dengan 11 di bawah par.
“Saya sangat gugup,” aku Yoon seusai pertandingan. “Saya gagal dalam putt pendek. Setelah hole ke-10, saya mulai menemukan ritme, tapi di sembilan hole pertama saya merasa kurang beruntung dan frustrasi.”
Ryu, 25 tahun, tampil konsisten dengan ronde kedua 64 dan ronde ketiga 68. “Sembilan hole pertama saya luar biasa—satu eagle dan tiga birdie. Di sembilan hole kedua, angin semakin kencang dan banyak putt sulit, tapi saya hanya satu bogey. Itu hasil yang baik bagi saya,” ujarnya.
Brooke Henderson, juara dua kali mayor asal Kanada, berada di posisi ketiga dengan 10 di bawah par setelah ronde tiga under. “Angin mempengaruhi segalanya. Sulit menilai sepanjang hari,” kata Henderson. Sementara itu, Nelly Korda yang mengincar gelar mayor ketiga tahun ini setelah menang di Chevron Championship dan US Open, berada di posisi tujuh di bawah par, tertinggal empat pukulan. “Beberapa putt terlewat. Dalam angin seperti ini, Anda harus memperhitungkan hembusan angin, dan kadang kepercayaan diri terhadap garis putt berkurang,” jelas Korda.
Bagi penggemar golf di Indonesia, persaingan ketat di Women's PGA Championship ini menunjukkan betapa pentingnya ketahanan mental di level tertinggi. Dengan hadiah yang memecahkan rekor, turnamen ini juga menandai langkah maju dalam kesetaraan gender di olahraga golf, yang bisa menjadi inspirasi bagi pegolf muda Indonesia yang mulai menonjol di kancah regional.
Ronde final akan menjadi ujian siapa yang mampu mengendalikan saraf dan memanfaatkan peluang. Mampukah Ryu mempertahankan keunggulan, atau akankah Yoon bangkit kembali? Atau justru Henderson atau Korda yang mencuri kemenangan? Semua mata tertuju pada lapangan pada hari Minggu.



