Pertarungan Pamungkas: Cris Cyborg Tutup Karier Legendaris di MMA Lawan Ketlen Viera
Baca dalam 60 detik
- Cris Cyborg akan mempertahankan sabuk juara PFL kelas bulu melawan Ketlen Viera pada 22 Agustus di Tampa, Florida, dalam laga yang disebut sebagai pertarungan MMA terakhirnya.
- Petarung berusia 40 tahun itu memutuskan kembali ke MMA setelah penantang tinju Claressa Shields menolak tawaran duel senilai 2 juta dolar AS.
- Cyborg, yang telah mengoleksi gelar juara di lima promosi berbeda, mencatat rekor 29 kemenangan dari 32 pertarungan dengan 21 di antaranya lewat knockout.

Cris Cyborg, salah satu petarung wanita paling disegani dalam sejarah mixed martial arts, akan mengakhiri perjalanan panjangnya di oktagon. Pada 22 Agustus mendatang, petarung Brasil berusia 40 tahun itu dijadwalkan mempertahankan sabuk juara PFL kelas bulu melawan rekan senegaranya, Ketlen Viera, di Tampa, Florida. Laga ini dipastikan menjadi pertarungan MMA terakhir Cyborg sebelum ia mempertimbangkan untuk beralih penuh ke dunia tinju.
Keputusan Cyborg untuk kembali ke MMA tidak lepas dari kegagalan negosiasi dengan petinju kelas berat Claressa Shields. Melalui unggahan di media sosial X, Cyborg mengungkapkan bahwa Shields menolak tawaran duel senilai 2 juta dolar AS. "Inilah mengapa saya kembali ke MMA alih-alih bertinju melawan Claressa Shields. Karena ia menolak tawaran saya untuk melawan Kaye Scott yang rekor 5-1, lebih baik saya kembali ke MMA dan mempertahankan sabuk PFL," tulis Cyborg. Shields sendiri dijadwalkan turun ke kelas menengah untuk menghadapi juara WBC dan WBA, Kaye Scott, pada 15 Agustus.
Cyborg, yang memulai debut profesional pada 2005, telah mencatatkan 29 kemenangan dari 32 pertarungan, dengan 21 di antaranya lewat knockout. Ia merupakan mantan juara kelas bulu UFC dan telah meraih gelar di lima promosi berbeda, termasuk Strikeforce, Invicta FC, Bellator, dan PFL. Pertarungan terakhirnya pada Desember lalu berakhir dengan kemenangan atas Sara Collins, merebut sabuk perdana PFL setelah gelar Bellator diakuisisi. Kemenangan itu merupakan yang kesembilan beruntun baginya.
Ketlen Viera, 34 tahun, menjadi lawan yang tidak bisa dianggap remeh. Ia meninggalkan UFC pada tahun ini setelah mencatat 10 kemenangan dari 15 pertarungan di promosi terbesar dunia itu. Cyborg sendiri mengaku antusias menghadapi tantangan dari Viera. "Saya sangat bersemangat untuk tantangan besar yang akan diberikan Viera," ujarnya. Pertarungan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Viera yang ingin mengukuhkan diri di puncak kelas bulu.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, pensiunnya Cyborg menandai berakhirnya era keemasan petarung wanita. Cyborg selama dua dekade menjadi ikon kekuatan dan ketangguhan, menginspirasi banyak petarung muda di Asia, termasuk Indonesia. Meski tidak ada petarung Indonesia yang langsung terlibat, kehadiran Cyborg di panggung global telah membuka jalan bagi lebih banyak atlet wanita untuk berkarier di MMA. Ke depannya, dunia MMA akan kehilangan salah satu petarung paling dominan, namun warisan Cyborg akan terus hidup melalui rekor dan pengaruhnya.



