Ng Tze Yong Resmi Tinggalkan Pelatnas Malaysia, Siap Tempuh Jalur Profesional Mandiri
Baca dalam 60 detik
- Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Ng Tze Yong, resmi berpisah dengan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) per 30 Juni 2026.
- Keputusan ini diambil setelah cedera berkepanjangan menghambat kariernya selama beberapa tahun terakhir.
- Tze Yong berencana fokus pada pemulihan total sebelum kembali ke lapangan sebagai pemain independen.

Ng Tze Yong, pebulutangkis tunggal putra andalan Malaysia, secara resmi mengakhiri masa baktinya di pelatnas nasional. Keputusan yang diumumkan oleh Badminton Association of Malaysia (BAM) pada Kamis (25/6/2026) itu menandai babak baru bagi pemain berusia 25 tahun tersebut, yang kini akan menapaki karier sebagai atlet profesional mandiri.
Perpisahan ini bukanlah keputusan mendadak. Cedera yang bertubi-tubi menghantam Tze Yong dalam beberapa musim terakhir membuatnya sulit bersaing di level tertinggi. Setelah melalui diskusi mendalam, BAM dan Tze Yong sepakat bahwa langkah terbaik adalah berpisah secara baik-baik. Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Tze Yong selama membela panji negara. "Ia adalah anggota penting tim nasional dan telah mewakili Malaysia dengan bangga di panggung internasional," ujar Zafrul dalam pernyataan resmi.
Bagi Tze Yong, keputusan ini adalah awal dari perjalanan baru. Ia mengaku akan memanfaatkan waktu istirahat dari kompetisi untuk memulihkan kondisi fisik sepenuhnya. "Prioritas saya sekarang adalah pulih total dan mengembalikan kebugaran. Saya akan mengambil jeda dari turnamen untuk fokus pada rehabilitasi sebelum kembali ke lapangan," kata Tze Yong, seraya menyampaikan terima kasih kepada BAM, pelatih, staf pendukung, dan rekan setim yang telah mendampinginya.
Kepergian Tze Yong dari pelatnas menyisakan tanda tanya besar bagi persaingan tunggal putra Malaysia. Selama ini, ia dikenal sebagai salah satu pemain muda potensial yang sempat menorehkan prestasi di ajang internasional, termasuk medali perak SEA Games 2021. Namun, cedera punggung dan masalah kebugaran yang berulang membuatnya kerap absen dari turnamen besar. Langkahnya menjadi pemain independen bisa menjadi angin segar, mengingat beberapa pemain Malaysia sebelumnya sukses meniti karier serupa, seperti Lee Zii Jia yang kini bersinar di jalur profesional.
Dari sisi persaingan regional, keputusan Tze Yong juga menarik dicermati oleh pengamat bulutangkis Indonesia. Persaingan tunggal putra Asia Tenggara kian ketat dengan hadirnya pemain-pemain seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie dari Indonesia, serta Kunlavut Vitidsarn dari Thailand. Jika Tze Yong mampu bangkit dan kembali ke performa terbaiknya, ia berpotensi menjadi ancaman baru di turnamen-turnamen BWF. Namun, jalan menuju puncak tidaklah mudah; pemulihan cedera dan adaptasi dengan pola latihan mandiri menjadi tantangan tersendiri.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Ng Tze Yong mengulang kesuksesan seperti Lee Zii Jia yang justru semakin moncer setelah meninggalkan pelatnas? Ataukah cedera akan kembali menghambat langkahnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti, dunia bulutangkis Malaysia dan Asia Tenggara akan menanti kembalinya Tze Yong ke lapangan.



