Millie Bobby Brown Alami Depresi Usai Stranger Things Tamat, Selesaikan 'Utang' Emosional dengan Para Pemain
Baca dalam 60 detik
- Millie Bobby Brown mengaku sempat mengalami depresi ringan setelah episode final Stranger Things tayang pada Januari lalu.
- Aktris 22 tahun itu secara sengaja menjalin komunikasi dengan para lawan mainnya untuk memastikan persahabatan mereka tetap terjaga usai syuting berakhir.
- Hingga kini, hanya Millie dan kreator serial, Duffer bersaudara, yang mengetahui nasib pasti karakter Eleven setelah akhir yang ambigu.

Millie Bobby Brown, yang dikenal luas sebagai Eleven dalam serial fenomenal Stranger Things, mengaku sempat jatuh ke dalam kondisi depresi ringan setelah episode terakhir serial tersebut tayang pada Hari Tahun Baru. Bintang berusia 22 tahun itu pun memanfaatkan awal tahun untuk memperbaiki hubungan dengan para lawan mainnya, memastikan ikatan yang terjalin selama satu dekade tidak putus begitu saja.
Dalam wawancara dengan podcast Happy Sad Confused, Millie mengungkapkan bahwa perpisahan dengan serial yang membesarkan namanya itu terasa sangat berat. โSaya mengalami sedikit depresi. Sangat sulit bagi saya. Saya tidak menyangka akan seperti ini setelah meninggalkan acara. Saya orang yang periang,โ ujarnya. Perasaan kehilangan itu mendorongnya untuk secara aktif mendekati rekan-rekan setimnya, seperti Finn Wolfhard, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, dan Noah Schnapp.
โMereka mungkin menganggap saya gila. Saya bertanya, โKita masih berteman, kan? Kamu tidak akan berhenti bicara dengan saya?โ Saya minta maaf jika pernah menyakiti perasaan kalian. Sudah 10 tahun, dan saya benar-benar ingin tetap berteman. Kalian adalah saudara saya,โ kenang Millie. Ia bahkan menangis sendirian di pantai setelah melakukan percakapan emosional tersebut.
Millie menekankan bahwa tidak ada orang lain yang bisa memahami pengalaman tumbuh besar di depan kamera bersama para pemain cilik lainnya. โSaya memulai acara ini saat berusia 10 tahun, dan karakter ini adalah saya. Orang-orang ini lebih sering ada dalam hidup saya daripada keluarga saya sendiri. Saya lebih sering bertemu mereka daripada pulang ke rumah untuk makan malam bersama keluarga,โ jelasnya. Perpisahan setelah satu dekade, menurutnya, adalah momen yang sangat emosional.
Serial Stranger Things sendiri berakhir dengan adegan yang membingungkan. Meski sempat mengisyaratkan kematian Eleven, episode penutup justru menampilkan Mike Wheeler (Finn Wolfhard) membayangkan masa depan di mana Eleven selamat. Para kreator, Matt dan Ross Duffer, sengaja membiarkan akhir cerita itu terbuka untuk interpretasi penonton. Millie mengaku bahwa hanya dirinya dan Duffer bersaudara yang tahu kebenaran sesungguhnya. Setelah episode final tayang, mereka mengiriminya pesan teks untuk mengingatkannya agar merahasiakan akhir yang sebenarnya. โMereka bilang, โJangan beri tahu siapa pun. Karena kami membuat semacam sumpah rahasia.โ Tidak ada orang lain yang tahu. Hanya kami bertiga,โ ungkap Millie.
Bagi penggemar di Indonesia, pengakuan Millie ini menjadi pengingat bahwa di balik layar serial favorit mereka, ada ikatan emosional yang sangat kuat antara para pemain. Fenomena Stranger Things yang juga digemari luas di Tanah Air menunjukkan bagaimana sebuah produksi global bisa meninggalkan jejak mendalam, tidak hanya bagi penonton, tetapi juga bagi para bintangnya. Pertanyaan tentang nasib Eleven mungkin tidak akan pernah terjawab secara resmi, tetapi satu hal yang pasti: persahabatan yang terjalin selama satu dekade itu akan terus berlanjut.



