Dean McDermott Rayakan Tiga Tahun Bebas Alkohol: 'Awalnya Saya Minta Tolong'
Baca dalam 60 detik
- Aktor reality TV Dean McDermott genap tiga tahun menjalani hidup bersih dari alkohol dan narkoba, dimulai dengan langkah mengakui kelemahan.
- McDermott mengaitkan perceraiannya dengan Tori Spelling pada 2023 akibat penyalahgunaan zat yang membuatnya terisolasi dan kehilangan kendali.
- Melalui media sosial, ia mendorong mereka yang masih terpuruk untuk berani meminta bantuan, menekankan bahwa pemulihan tidak bisa dilakukan sendirian.

Dean McDermott, bintang reality TV yang juga mantan suami Tori Spelling, mencatatkan tonggak penting dalam hidupnya: tiga tahun bebas dari alkohol dan obat-obatan terlarang. Pria berusia 59 tahun itu mengungkapkan bahwa perjalanan pemulihannya dimulai dari satu tindakan sederhana namun berat—mengakui bahwa ia butuh pertolongan.
Dalam unggahan Instagram pada 26 Juni, McDermott menulis, “WOW we wee WOW!! 3 tahun!! Tidak akan bisa tanpa keluarga, teman, komunitas, sponsor, dan program 12 langkah!! Semua dimulai dengan menyerah dan meminta bantuan.” Ia juga membagikan video berisi pesan bagi mereka yang masih berjuang melawan kecanduan. “Hari ini saya rayakan tiga tahun bersih dan sadar. Ya, ini bisa dilakukan. Jika saya bisa, Anda juga bisa. Mulailah dengan mengulurkan tangan dan meminta tolong,” katanya.
McDermott sebelumnya mengakui bahwa masalah kecanduan menjadi penyebab utama keretakan rumah tangganya dengan Tori Spelling, bintang Beverly Hills 90210. Dalam wawancara dengan Daily Mail, ia menggambarkan bagaimana alkohol awalnya membuatnya merasa cukup, tetapi perlahan berubah menjadi isolasi. “Saya minum seperlima tequila setiap malam, tujuh hari seminggu, ditambah segenggam obat resep—sendirian, sementara keluarga saya ada di ruang lain. Itulah yang menyebabkan kehancuran antara saya dan Tori,” ujarnya.
Ia juga mengaku sering terbangun dalam kemarahan dan keputusasaan, meskipun memiliki lima anak yang indah. “Saya sangat gelap dan putus asa, saya tidak bisa melihat mereka. Tori datang dari tempat cinta, ingin saya sehat dan bahagia. Ada ketergantungan bersama; ia menempatkan kesejahteraan saya jauh di atas kesehatannya sendiri,” tambah McDermott.
Kisah McDermott menjadi pengingat bahwa kecanduan tidak mengenal status selebritas. Di Indonesia, isu kesehatan mental dan penyalahgunaan zat juga menjadi perhatian serius. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih tinggi, dengan lebih dari 3,6 juta jiwa terpapar pada 2023. Namun, stigma sosial seringkali menghalangi individu untuk mencari bantuan. Pesan McDermott tentang pentingnya “meminta tolong” relevan di sini, di mana akses ke layanan konseling dan rehabilitasi masih terbatas di beberapa daerah.
Langkah McDermott untuk terbuka tentang perjuangannya juga menyoroti peran dukungan sosial dan program terstruktur seperti 12 langkah dalam pemulihan. Di Indonesia, program serupa mulai berkembang di kota-kota besar, namun kesadaran publik masih perlu ditingkatkan. Pertanyaan yang mengemuka: akankah semakin banyak figur publik yang berani berbagi kisah serupa untuk mendorong perubahan?



