Duel Penentu Grup B Piala Dunia 2026: Bosnia Hadapi Qatar, Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak
Baca dalam 60 detik
- Bosnia dan Herzegovina masih mencari kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 saat menjamu Qatar, setelah sebelumnya bermain imbang dan kalah.
- Swiss dan Kanada sama-sama mengoleksi empat poin, sehingga laga langsung menentukan siapa yang akan memuncaki Grup B.
- Sejumlah pemain Serie A seperti Edin Dzeko dan Jonathan David menjadi sorotan di dua pertandingan penentu fase grup ini.

Dua pertandingan penentu Grup B Piala Dunia 2026 akan berlangsung malam ini, dengan Bosnia dan Herzegovina menjamu Qatar di Zenica sementara Swiss dan Kanada saling sikut di tempat terpisah. Kedua laga kick-off serempak pukul 20.00 waktu Inggris (21.00 CEST), dan hasilnya akan menentukan nasib empat tim yang masih berpeluang lolos.
Bosnia, yang sebelumnya dianggap sebagai tim lemah, justru menjadi momok bagi Italia setelah menyingkirkan Gli Azzurri lewat adu penalti di play-off. Namun, performa mereka di turnamen ini belum meyakinkan: hanya bermain imbang 1-1 melawan Kanada dan kalah telak 1-4 dari Swiss. Skuad asuhan Ivaylo Petev masih belum merasakan kemenangan, dan kini harus menghadapi Qatar yang juga dalam tekanan.
Di kubu Bosnia, sejumlah pemain Serie A menjadi andalan. Sead Kolasinac (Atalanta), Tarik Muharemovic (Sassuolo), Ivan Basic (Venezia), dan legenda Edin Dzeko (eks Roma, Inter, Fiorentina) diharapkan mampu membawa tim meraih tiga poin perdana. Namun, Muharemovic harus absen akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Swiss, bersama dengan dua pemain Qatar, Assim Madibo dan Homam Al-Amin, yang juga terkena sanksi serupa.
Sementara itu, laga Swiss vs Kanada menjadi duel puncak klasemen. Kedua tim sama-sama mengantongi empat poin, sehingga pemenang pertandingan ini akan memastikan diri sebagai juara grup. Kanada datang dengan percaya diri setelah menghancurkan Qatar 6-0, di mana penyerang Juventus Jonathan David mencetak hat-trick. David kembali menjadi starter, didukung oleh Cyle Larin di lini depan.
Namun, kabar buruk menghampiri Kanada: gelandang Sassuolo Ismael Kone mengalami patah kaki pada laga sebelumnya dan dipastikan tidak akan tampil lagi di turnamen ini. Di sisi lain, Swiss mengandalkan pemain-pemain Serie A seperti Manuel Akanji (Inter), Remo Freuler (Bologna), dan Michel Aebischer (Pisa). Ardon Jashari, gelandang muda AC Milan, hanya duduk di bangku cadangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga-laga ini menarik karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Grup B, grup yang nyaris dihuni Italia. Jika Italia bisa mengalahkan Bosnia di play-off, mungkin ceritanya akan berbeda. Namun, kegagalan Italia justru membuka peluang bagi tim-tim lain untuk bersinar. Pertanyaan besarnya: akankah Bosnia mampu bangkit dan mencuri poin dari Qatar, atau justru Swiss dan Kanada yang akan melaju mulus ke babak selanjutnya?



